Para Suami Penganiaya Ini Dimaafkan Istrinya

- Senin, 21 Februari 2022 | 13:25 WIB
MC
MC

MoeslimChoice. Ada banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia ini. Permasalahannya pun beragam namun sebagian besar akibat sikap egois para suami hingga terkadang melupakan dan menelantarkan istrinya. Meski demikian, betapa pun menyakitkan para istri tetap memaafkan suaminnya.

Berikut ini beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berhasil diselesaikan dengan damai lewat program Restorative Justice, Kejaksaan Agung dan jajarannya.

Hanya gara-gara handphone, tersangka Frobel Sandalangi alias Papa Elvano tega menganiaya istrinya Noli istrinya. Atas ulahnya itu Frobel,  warga Tondon, Kelurahan Tondon Mammulu,  Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi tersangka atas Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kejadian bermula pada Jumat tanggal 03 Desember 2021, sekira pukul 22.00 WITA bertempat di rumah tersangka  menerima telepon dari temannya, kemudian istrinya Noli mendengar pembicaraan telpon tersebut lalu bertanya kepada suaminya. Kamu mau kemana.  Namun dijawab dengan ketus oleh Frobel.

“Janganmi uruska bukan urusanmu”, kemudian terjadi cekcok diantara keduanya lalu saksi Noli minta tersangka namun tersangka mengatakan akan menghapus WhatsApp serta percakapan akun media sosial. Tapi Noli tidak percaya sehingga keduanya saling merebut HP.

Tersangka emosi dan meninju lengan sebelah kiri saksi korban sebanyak dua kali, kemudian menendang Noli dada dan kaki hingga korban Noli terjatuh.

Kasus ini kemudian dilaporkan Noli ke polisi dan sempat menjalani proses hukum namun akhirnya diselesaikan secara damai di Kejaksaan Negeri  Tana Toraja. Sang istri pun memaafkan perlakuan suaminya itu.

Lain lagi dengan ulah tersangka Albertus Jani, warga Dusun Tapang Sambas RT 9, RW 03 Desa Tapang Semadak Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Dia tega menganiaya istrinya Mariana Anita Lestari yang membangunkannya saat tidur. Atas perbuatannya itu Jani jadi tersangka melanggar Pasal 44 ayat (1), ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

KDRT ini terjadi  pada Selasa tanggal 09 November 2021 sekitar pukul 06.00 WIB di rumah.  Saat itu korban Nita membangunkan suaminya  yang tertidur di kamar namun Jani tidak ingin bangun dan tidak beranjak dari tempat tidurnya. Korban marah kepada kemudian tersangka yang tidak terima karena dimarahi korban balik memarahi istrinya.

Halaman:

Editor: Romli

Terkini

Feby Deru Sukses Peragakan Busana Khas Sumsel

Jumat, 23 September 2022 | 09:30 WIB

Orang Kaya Pencuri Cokelat Itu Kena Batunya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Inilah Jenis Dukun Spesialis Yang Ada Di Masyarakat

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 16:10 WIB

Sepi Job, Para Dukun Mulai Resah dan Gelisah

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:27 WIB

Enam Perempuan Ini Perintis Polisi Wanita Indonesia

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:46 WIB

Ini Besaran Gaji Bharada E dan Irjen Ferdy Sambo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:15 WIB

Begini Cara Masuk Anggota Polri Berikut Syaratnya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:55 WIB
X