Garut Diguncang Gempa 6,4 SR, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Nasional  SABTU, 03 DESEMBER 2022 | 18:15 WIB

Garut Diguncang Gempa 6,4 SR, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

foto/net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Kabupaten Garut dan sekitarnya.

Gempa di Garut tersebut terjadi pada Sabtu (3/12/2022) sekitar pukul 16.49 WIB dengan kedalaman 118 km. Guncangan gempa itu juga terasa hingga Bandung Raya dan sekitarnya. 

Salah satu warga Bandung, Septian Bima Bagaskara mengatakan, getaran gempa terasa hingga ke kediamannya di Jalan Cikutra, Bandung. Saat itu, dia yang sedang beristirahat merasakan kasur di kamarnya goyang. Guna memastikan, Ia pun melihat air di dalam galon yang ikut goyang.

"Tadi lagi tidur terus kasur goyang, memastikan gempa saya lihat air galon di kamar kok ikut goyang," kata Septian, seperti dilansir dari jpnn. Septian pun bergegas menyelamatkan diri keluar bangunan sampai guncangan berhenti.

"Untungnya enggak lama gempanya, gak sampai 1 menit," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Stasiuan Geofisika Kelas 1 Bandung, Teguh Rahayu menuturkan, gempa berkekuatan besar terjadi di darat akibat aktivitas subduksi. 

"Ini karena masuk ke dalam kategori kedalaman menengah dan kenapa dirasakan, karena magnitudonya besar tetapi sejauh ini pengamatan BMKG belum menyatakan berpotensi tsunami," kata Teguh Rahayu, Sabtu (3/12/2022). 

Ia pun meminta kepada masyarakat sekitar pesisir, agar tidak panik sebab gempa ini tidak berpotensi tsunami karena titik pusat atau kedalamannya yang jauh. 

"Seharusnya tidak berpotensi ada kerusakan karena kedalamannya lumayan ke bawah," tambahnya. 

Begitupun dengan gempa susulan, BMKG menyebut tidak ada catatan gempa susulan yang bakal terjadi. 

"Sampai saat ini dari monitoring kami belum mencatat adanya gempa susulan," tegasnya. 

Teguh melanjutkan, gempa magnitudo 6,4 SR itu masuk ke dalam serangkaian megatrust atau lempeng di selatan Jawa.

"Ini menurut kami masuk ke rangkaian megatrust," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca