Panglima TNI Minta Perwira Paspampres yang Perkosa Prajurit Kostrad Dipecat

Hukum  SABTU, 03 DESEMBER 2022 | 13:45 WIB

Panglima TNI Minta Perwira Paspampres yang Perkosa Prajurit Kostrad Dipecat

foto/net

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan, akan memproses perwira dari satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Infanteri BF, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mayor BF melakukan pemerkosaan terhadap prajurit perempuan Divisi Infanteri 3/Kostrad Letnan Dua Caj. (K) GER. Jenderal Andika mengatakan, selain dijerat pasal pidana, pelaku juga bakal dipecat dari TNI. 

"Satu, itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kami kenakan, KUHP ada. Kedua ialah dilakukan sesama keluarga besar TNI. Bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," kata Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, seusai melepas Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti dilansir dari jpnn.com, Kamis (1/12/2022). 

Jenderal Andika menyatakan, bahwa Mayor BF, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Detasemen Polisi Militer TNI. 

"Sudah diproses hukum langsung," tambah Panglima TNI. 

Dari informasi yang diterima, perbuatan bejat perwira tersebut terjadi di Bali pada pertengahan November 2022. Sebelumnya, tersangka BF telah menjalani penyidikan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penyidikan dilakukan di Makassar, karena korban pemerkosaan merupakan prajurit yang bertugas di Divisi Infanteri 3/Kostrad, yang markasnya berada di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

"Jadi, kalau enggak salah sidiknya di Makassar, karena korban ini bagian dari Divisi 3/Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku, kan, Paspampres. Itu, kan, di bawah Mabes TNI, kami ambil alih, penanganan di TNI," tegas Jenderal Andika. [mt] 


Komentar Pembaca