Pengadilan Saudi Sangat Melindungi Hak-hak Penyandang Disabilitas

Kabar Tanah Suci  JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 16:00 WIB

Pengadilan Saudi Sangat Melindungi Hak-hak Penyandang Disabilitas

Pengadilan Status Pribadi Jeddah memutuskan mendukung seorang wanita yang diceraikan. Perempuan itu penyandang disabilitas yaitu tuli dan bisa serta kualitas penglihatannya buruk. Pengadilan memerintahkan mantan suaminya membayar mahar yang gagal ia bayar sebesar SR15.000.

Mengikuti perintah pengadilan, Pengadilan Eksekusi di Jeddah menangguhkan layanan komputer pria Warga Negara Saudi itu. Pengadilan mewajibkan dia untuk membayar jumlah tersebut dalam waktu lima hari sejak tanggal pemberitahuan, atau harus menghadapi hukuman yang ditetapkan dalam Hukum Eksekusi.

Saudi Gazette, Kamis (1/12/2022), mengutip sumber yang dekat dengan keluarga perempuan tersebut mengatakan bahwa Pengadilan Status Pribadi di Jeddah mengunakan Juru Bahasa Isyarat,  sehingga dapat memahami penggugat dan menerjemahkan dialog antara dia dan hakim saat persidangan. Karena wanita yang diceraikan itu tidak dapat berbicara atau mendengar.

Penggugat yang diwakili oleh kuasa hukumnya menyampaikan kepada pengadilan, tergugat menceraikannya setelah melahirkan anak laki-laki dan perempuan, namun tidak menyerahkan mahar sebesar SR 15.000 yang telah disepakati (waktu menikah) pada saat perceraian.

Pengadilan Status Pribadi sebelumnya mengeluarkan putusan yang mewajibkan tergugat untuk menyerahkan kepada penggugat mahar tertunda yang disepakati dalam akad nikah. Pengadilan juga merujuk keputusan ke Pengadilan Eksekusi, yang pada gilirannya memerintahkan mantan suami untuk membayar jumlah tersebut dalam waktu lima hari sejak tanggal pemberitahuan, atau hukuman yang diatur dalam UU Eksekusi diterapkan terhadapnya.

Dukungan kementerian kehakiman untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus

Patut dicatat bahwa Kementerian Kehakiman biasanya menggunakan penerjemah untuk mendukung orang tuli dan bisu dalam proses pengadilan. Hal ini sejalan dengan visi dan rencana kementerian untuk mendukung penyandang disabilitas seperti tuna rungu, bisu, lanjut usia, dan sejenisnya, mengingat kepentingan untuk memperkuat layanan yang diberikan kepada mereka.

Penerjemah memberitahukan tanggal dan rincian sidang pengadilan melalui sarana komunikasi modern seperti SMS dan email.

Kementerian Kehakiman meluncurkan layanan penerjemah sinyal serentak untuk penerima manfaat layanan hukum tuna rungu di pengadilan, notaris, dan seluruh kantor pusat peradilan melalui layanan digital bertajuk Ishara (sinyal), dalam upaya meningkatkan kepuasan penerima manfaat layanan hukum untuk semua segmen masyarakat.

Kementerian juga mencatat bahwa penyandang tunarungu dapat memasuki semua fasilitas peradilannya, menggunakan aplikasi Ishara yang tersedia untuk diunduh di toko smartphone, dan berbicara dengan penyedia layanan secara lancar dan fleksibel.

Ditekankan bahwa layanan menghilangkan semua hambatan komunikasi antara penyedia layanan peradilan dan penerima manfaat tuli dengan kualitas tinggi serta dalam suasana yang aman, menjaga privasi.

Pengacara Rana Al-Ghamdi mengatakan bahwa peraturan dan undang-undang Kementerian Kehakiman telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap konsolidasi sistem peradilan dan perlindungan hak semua pihak, serta meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja serta kemajuan pelayanan peradilan, khususnya yang berkaitan dengan urusan keluarga.

“Buah dari Undang-undang Status Pribadi dan undang-undang yudisial lainnya telah memperkuat status keluarga dan berkontribusi untuk melayani kepentingan perempuan dalam kontrak pranikah dan pascanikah. Undang-undang ini membuat peta jalan bagi hak-hak istri dan anak terkait dengan hak asuh anak, tunjangan, kunjungan anak, dan gugatan pembatalan perkawinan dalam segala aspeknya,” ujarnya seraya menegaskan bahwa ada ketentuan dalam undang-undang tersebut menunjukkan perlakuan yang adil kepada klien yang bukan penutur bahasa Arab maupun kepada orang-orang berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tuna rungu, dengan menyediakan juru bahasa khusus, termasuk layanan penerjemahan tanda tangan secara simultan selama tahap litigasi, dengan cara melindungi hak-hak mereka.[ros]


Komentar Pembaca