Heboh Anak Memasung Ibunya di Hutan, Ini Kata Polisi

BERITA  JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 12:00 WIB

Heboh Anak Memasung Ibunya di Hutan, Ini Kata Polisi

foto/net

Heboh seorang ibu bernama Ani (50) dipasung oleh anak dan keluarganya sendiri di hutan yang ada di Kabupaten Serang, Banten. Ani merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ani dipasung bukan tanpa sebab. Dia dipasung karena sering mengamuk dan membahayakan warga sekitar. Ani dipasung pada Kamis (17/11/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Sebenarnya sang anak, Ismail tak tega melihat ibunya dipasung. Namun dia terpaksa melakukannya bersama warga setempat, agar sang ibu tak membahayakan masyarakat. Namun, kini Ani sudah tidak dipasung lagi setelah seorang pendatang membantu untuk membawanya ke sebuah yayasan untuk dirawat. 

Menurut keterangan ketua RT, Juhenah (55), warga bersepakat dengan anaknya untuk memasung Ani lantaran membahayakan keselamatan. Saat penyakitnya kambuh, Ani keliling kampung membawa batu dan melempari rumah serta warga sekitar yang ditemuinya di jalan. Warga yang geram dan takut dengan kelakuan Ani, akhirnya memutuskan untuk memasungnya.

Sebelumnya, Ani diikat kedua tangannya di rumah Sopiah (kakak Ani), namun lagi-lagi dia berhasil melepaskan ikatannya.  

"Dipasung berdasarkan kesepakatan warga dan anak karena membahayakan warga sekitar ngamuknya," kata sang anak, Ismail, sebagaimana siaran pers Polda Banten, yang dirilis pada Kamis (1/12/2022). 

Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria mengaku, sudah mendapatkan laporan soal insiden pemasungan itu. Dia pun meminta masyarakat tidak memasung keluarga atau kerabat yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ. 

AKBP Yudha menilai, pasung justru memperburuk kondisi kesehatan jiwa ODGJ. Selain itu, pasung juga akan memengaruhi kesehatan fisik. Perwira menengah Polri itu mengatakan gangguan kejiwaan dapat disembuhkan dengan cara lain, bukan malah dipasung. 

"Kami mau menyampaikan, sebenarnya ODGJ itu bisa disembuhkan dengan pengobatan rutin. Sama seperti punya penyakit lain dan minum obat, nah itu (gangguan jiwa) dapat sembuh dengan pengobatan rutin," kata Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria, seperti dilansir dari jpnn.com, Kamis (1/12/2022). 

Orang nomor satu di Polres Serang itu pun, meminta masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa untuk segera mambawa pasien berobat.

"Kalau keluarga tidak mampu, pihak desa atau polsek setempat akan membantu mengurus BPJS-nya, sehingga mereka tidak perlu ketakutan akan pengobatannya," tambah AKBP Yudha. 

Dia menambahkan bahwa saat ini perkara tersebut masih didalami, apabila ditemukan adanya pidana dalam kejadian tersebut pihaknya akan menindaklanjutinya. 

"Masih kami dalami, kami akan mintai keterangan dari pihak keluarganya dan warga setempat, dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar hal serupa tidak terjadi kembali," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca