3 Hal Tentang Arti Mimpi Bertemu Nabi?

Kajian  JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 06:00 WIB

3 Hal Tentang Arti Mimpi Bertemu Nabi?

foto/net

Banyak yang mengartikan bahwa Mimpi merupakan bunganya tidur, akan tetapi, bagaimana jika mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW? Apa artinya?

Ada beberapa catatan penting terkait mimpi bertemu Nabi shallallahu alaihi wa sallam, seperti dilansir dari islampos.com:

Arti Mimpi Bertemu Nabi yang Pertama, bahwa seseorang mungkin untuk mimpi bertemu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena setan tidak mampu meniru wajah beliau dan menampakkan diri dalam mimpi dalam rupa beliau.

Sebagaimana dinyatakan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu bahwa Nabi shallallahu 'Alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

"Siapa yang melihatku dalam mimpi, dia benar-benar melihatku. Karena setan tidak mampu meniru rupa diriku." (HR. Bukahri dan Muslim)

Hanya saja, penting untuk dicatat di sini, yang tidak mampu dilakukan setan adalah menyerupai wajah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang sebenarnya. Adapun menampakkan diri dengan wajah yang lain, bisa dilakukan oleh setan.

Kemudian dia mengaku sebagai nabi atau orang yang melihatnya mengira bahwa dia nabi, padahal sejatinya setan.

Arti Mimpi Bertemu Nabi Kedua: ketika seseorang melihat wajah cerah, baju putih, dan manusia dengan ciri mengagumkan lainnya, bukan jaminan bahwa itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Karena yang dimaksud mimpi melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah melihat beliau persis sebagaimana ciri fisik dan wajah beliau. Karena itu, jika ada orang yang merasa melihat Nabi dalam mimpi, perlu dicocokkan dengan ciri fisik dan wajah beliau sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dan keterangan para sahabat.

Imam Bukahri menyebutkan keterangan Ibnu Sirin rahimahullah, ketika mengomentari hadits tentang mimpi melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Ibnu Sirin mengatakan,

إذا رآه في صورته

"Apabila dia benar-benar melihat wajah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." (Shahih Bukhari, setelah hadis no. 6592)

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, "Diriwayatkan dari Ayyub, beliau menceritakan, Jika ada orang yang bercerita kepada Muhammad bin Sirrin bahwa dirinya mimpi bertemu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Ibnu Sirrin meminta kepada orang ini untuk menceritakan ciri orang yang dia lihat dalam mimpi itu. Jika orang ini menyampaikan ciri-ciri fisik yang tidak beliau kenal, beliau mengatakan, "Kamu tidak melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." 

Ibnu Hajar menyatakan, "Sanad riwayat ini shahih."

Kemudian beliau membawakan riwayat yang lain, bahwa Kulaib (seorang tabi'in) pernah berkata kepada Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma, Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpi. Ibnu Abbas berkata, "Ceritakan kepadaku (orang yang kamu lihat)." 

Kulaib mengatakan, "Saya teringat Hasan bin Ali bin Abi Thalib, kemudian saya sampaikan, beliau mirip Hasan bin Ali." Lalu Ibnu Abbas menegaskan, "Berarti, kamu memang melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sanadnya jayyid. (Fathul Bari, 12:383 – 384).

Arti Mimpi Bertemu Nabi yang Ketiga, bagaimana caranya agar bisa mengenal ciri fisik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam agar tidak ditipu setan?

Tidak ada cara lain untuk bisa mengetahui ciri fisik beliau, selain dengan membaca hadits-hadits dan keterangan sahabat yang menceritakan ciri-ciri fisik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana yang kita pahami, tidak ada manusia yang catatan sejarahnya paling lengkap, melebihi sejarah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dan ini bagian dari jasa besar para sahabat yang menceritakan segala sesuatu terkait beliau. Bahkan sampai bentuk rambut, gerakan jenggot, perkiraan jumlah uban, tinggi badan, postur tubuh, cara jalan, dan seterusnya.

Sementara itu, arti Mimpi Bertemu Nabi, dari Kacamata Ulama. Dengan rahmat dan karunia Allah, warisan pengetahuan semacam ini tidak disia-siakan para ulama. Mereka kumpulkan semuanya dan mereka kodifikasikan dalam berbagai literatur.

Nah, di sinilah ada buku khusus yang ditulis para ulama hadits, isinya mengumpulkan hadits-hadits tentang ciri dan sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Baik dari sisi fisik maupun non fisik. Buku semacam ini diistilahkan dengan kitab Asy-Syama-il.

Ada beberapa karya ulama dalam bentuk Asy-Syama-il, di antaranya:
a. Asy-Syamail Al-Muhammadiyah, karya At-Turmudzi
b. Asy-Syamail Asy-Syarifah, karya As-Suyuthi
c. Al-Anwar fi Syamail An-Nabi Al-Mukhtar, karya Al-Baghawi
d. Syamail Ar-Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Ahmad bin Abdul Fatah Zawawi

Di antara beberapa kitab di atas, kitab syamail yang paling terkenal dan banyak mendapatkan perhatian para ulama adalah kitab syamail karya Tirmidzi. Para ulama setelah beliau, ada yang meringkas dan ada yang memberi penjelasan. Wallahu a'lam.[mt]


Komentar Pembaca