Cara Qatar Perkenalkan Islam, Membuat Masjid Berdinding Kaca

Inspirasi Islam  KAMIS, 01 DESEMBER 2022 | 06:40 WIB

Cara Qatar Perkenalkan Islam, Membuat Masjid Berdinding Kaca

Net

Qatar bukan saja sebagai penyelenggara Piala Dunia pertama di negera Muslim. Namun negara kaya raya ini menyulap beberapa fasilitas umum sebagai ajang memperkenalkan Islam kepada penggemar sepak bola dari seluruh dunia.

Salah satu metode dakwah yang dilakukan adalah membuat masjid atau musala di stadion dengan dinding kaca. Hal ini membuat para penggemar sepak bola dari kalangan non Muslim bisa melihat umat Islam beribadah.

Momen tersebut diungkapkan pendakwah asal Qatar, Dr Muhammad Salah, melalui akun facebook-nya. Dirinya membagikan sebuah foto yang sangat ikonik.

Terlihat ada dua penggemar sepak bola non Muslim berdiri berdampingan memperhatikan umat Islam yang salat. Tidak ada larangan, kedua orang itu justru dipersilahkan melihat semua aktivitas muslim di musala yang berdinding kaca.

"Salah satu keindahan Piala Dunia di Qatar adalah mereka membuat tempat salat dari kaca di semua sisi, sehingga non-Muslim dapat melihat sholatnya,” tulis Muhammad Salah di akun facebook-nya, Rabu (30/11/2022).

Disebutkan bahwa foto tersebut langsung diambil oleh Muhammad Salah. Dia mengambil foto itu saat berada di Stadion Al-Bayt.

Dia hendak salat Isya. Pada saat itulah dia menemukan dua pria nonmuslim tengah memperhatikan umat Islam berdiri, rukuk, sujud, duduk, lalu salam. Ada yang berjamaah, ada pula yang salat sunnah.

Diliputi rasa penasaran, dua pria non Muslim itu memanggil Muhammad Salah. Keduanya hendak mengetahui ajaran Islam yang tengah dilakukan di dalam masjid tersebut.

“Berapa kali sehari Anda melakukan ini?” kata pria non Muslim itu.

Muhammad Salah menjelaskan, ibadah yang tengah dilakukan itu adalah salat dan didirikan sebanyak lima kali sehari. Ada pula salat sunnah sebagai pelengkap.

"Oke, kapan waktu salatnya?” tanya pria nonmuslim itu lagi.

“Tidak, itu bukan waktu yang tetap dalam satu jam, tetapi menurut pergerakan matahari,” jawab Muhammad Salah.

“Bagaimana?” tanya pria itu lagi karena penasaran.

Muhammad Salah lalu membuka aplikasi waktu salat dan menunjukkan kepada dua pria itu. Di Qatar waktu terbenam dan terbit matahari tidak seperti di Indonesia. Itu menyebabkan waktu shalat di sana bisa bervariasi.

Muhammad Salah lalu menjelaskan ibadah salat kepada pria itu. Mulai Subuh yang dikerjakan saat matahari terbit, Dzuhur saat tengah hari, Ashar pada sore hari, Maghrib saat matahari terbenam, dan Isya sebagai penanda waktu istirahat. Dua pria itu kagum dan terkejut mendengar penjelasan sederhana itu.

"Maaf, bisakah saya membuka kamera dan Anda mengulangi semua yang Anda katakan lagi?" kata pria non Muslim itu. [Irm]


Komentar Pembaca