Pencopot Label Gereja di Tenda Pengungsi Cianjur, Polisi: Kami Naikkan Kasusnya ke Penyelidikan

BERITA  RABU, 30 NOVEMBER 2022 | 20:45 WIB

Pencopot Label Gereja di Tenda Pengungsi Cianjur, Polisi: Kami Naikkan Kasusnya ke Penyelidikan

foto/net

Video viral terkait pencopotan label Gereja di tenda pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu, terus ditelusuri oleh pihak kepolisian. 

Terbaru, polisi sudah meminta keterangan dua orang saksi, terkait pencopotan label donator tenda di lokasi pengungsian korban bencana itu. Aksi pencopotan tersebut, sebelumnya dilakukan lima orang anggota ormas yang sudah diperiksa. 

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan menyatakan, kedua saksi tersebut merupakan warga korban gempa. Saat pencopotan label pemberi bantuan terjadi, saksi sedang menempati tenda tersebut. 

"Kami masih mengumpulkan bukti lainnya terkait kasus pencabutan label rumah ibadah yang terpasang di tenda bantuan untuk korban gempa," kata Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, di Cianjur, seperti dilansir dari jpnn, Rabu (30/11/2022). 

Perwira menengah Polri itu mengatakan, penyidik juga akan meminta keterangan saksi ahli bahasa, terkait dugaan ujaran kebencian oleh oknum anggota ormas pencopot label gereja tersebut. Hal itu dilakukan polisi, guna melanjutkan penyelidikan kasus itu. Sejumlah bukti pun sudah diperoleh penyidik.

"Kami akan naikkan kasusnya ke penyelidikan, setelah saksi memberikan keterangan karena bukti sudah kami kantongi," tambah AKBP Doni Hermawan. 

AKBP Doni menyatakan, bahwa aksi yang dilakukan oknum anggota ormas di Cianjur itu, dapat memancing 

intoleransi antarumat beragama. Hal itu menurutnya, tidak seharusnya terjadi di tengah aksi 

kemanusiaan guna membantu korban bencana gempa Cianjur, yang sangat membutuhkan tenda untuk mengungsi 

setelah rumahnya rusak. 

Polisi sebelumnya telah mengamankan lima orang diduga pelaku pencabutan stiker pada tenda bantuan 

untuk pengungsi dari salah satu gereja itu. Video aksi oknum anggota ormas itu, sempat viral di media 

sosial dan memantik reaksi beragam dari netizen.

"Untuk terduga pelaku sudah menjalani pemeriksaan di Polres Cianjur, statusnya masih saksi," kata AKBP 

Doni. [mt]


Komentar Pembaca