Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Panglima TNI Yudo Margono dan Bukan Dudung atau Fadjar

POLKAM  SELASA, 29 NOVEMBER 2022 | 14:15 WIB

Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Panglima TNI Yudo Margono dan Bukan Dudung atau Fadjar

Presiden RI Joko Widodo/foto:seskab RI

Presiden Joko Widodo alias Jokowi, telah mengajukan nama Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa. 

Surat Presiden (Surpres) terkait hal tersebut, telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Repulik Indonesia (DPR RI) untuk mendapatkan persetujuan.

"Panglima TNI kan sudah kita ajukan. Panglima TNI sudah diajukan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," kata Presiden Jokowi, kepada awak media di Rumah Adat Radaking, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalar), Selasa (29/11/2022).

Kepala Negara mengungkapkan, salah satu alasan pengajuan Laksamana TNI Yudo Margono, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), dan bukan mengajukan kepala staf angkatan dari matra darat, Jenderal Dudung Abdurachman atau matra udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, adalah rotasi matra.

Seperti diketahui, sebelumnya jabatan Panglima TNI, diisi oleh Jenderal TNI Andika Perkasa, yang berasal dari TNI Angkatan Darat (AD) dan sebelumnya lagi oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang berasal dari TNI Angkatan Udara (AU).

"Satu, yang kita ajukan satu (calon), KSAL yang sekarang karena memang kita rotasi matra," tambah Presiden Jokowi.

Surat Presiden (Surpres) Panglima TNI sendiri, telah disampaikan kepada DPR RI oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg), Pratikno pada Senin (28/11/2022). Selanjutnya, Laksamana TNI Yudo Margono akan segera menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR. [mt]


Komentar Pembaca