Jauh-jauh, Jajang dan Saiful Mengabdi bagi Masyarakat Muslim Kamboja

Pendidikan  SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 20:26 WIB

Jauh-jauh, Jajang dan Saiful Mengabdi bagi Masyarakat Muslim Kamboja

Jajang Nurzaman dan Sidik Saiful Anwar adalah dua pemuda Indonesia, yang berasal dari Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah. Selama dua tahun, mereka berdua melakukan pengabdian bagi Muslim Kamboja.

Keduanya adalah kader Muhammadiyah. Mereka berangkat ke Kamboja untuk melaksanakan tugas; sebagai kepanjangan gerkan internasionalisasi Muhammadiyah.

Dilansir laman Muhammadiyah.or.id, Senin (28/11/2022), Jajang Nurzaman menuturkan,  dirinya bersama Saiful Anwar memulai pengabdian di Kamboja pada, 5 Agustus 2022. Pengabdian dilakukan di Sekolah Bersepadu Musa Asiah (SEPAMA) Kampung Svay Khleang, Tbong Khmum, Kamboja.

Dirinya mengaku takjub dengan semangat keberislaman masyarakat Kamboja, atau yang sering disebut sebagai Masyarakat Islam Cham. Mereka menjadi minoritas di tengah penduduk yang mayoritas beragama Budha. Meski demikian, mereka tetap kuat menjalin persatuan serta budaya keislaman di masyarakat Muslim masih kental.

“Kami salut dengan kehidupan Masyarakat Islam Cham yang masih terawat akan persatuan serta budaya Islam masih kental, meskipun mereka minoritas," kata Jajang.

Di sekolah SEPAMA yang di bawah Yayasan Musa – Asiah (YASMA), Jajang merasa dekat dengan komunitas Muslim dikarenakan beberapa hal. Selain kedekatan budaya dengan Indonesia, di Kantor Sekolah SEPAMA terdapat tulisan berbahasa Khmer yang sangat identik dengan prinsip Muhammadiyah, yaitu “Hidup-hidupilah YASMA, dan jangan mencari penghidupan di YASMA”.

“Bagi orang Muhammadiyah, kata-kata tersebut sudah tidak asing apabila kata YASMA digantikan dengan Muhammadiyah bahkan bagi kader persyarikatan, kata-kata tersebut sudah terpatri di dalam sanubari,” imbuhnya.

Setelah diamati dengan seksama, kata Jajang, ia menemukan bahwa kalimat tersebut memang terinspirasi dari KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah yang berpesan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah”. Ini merupakan salah satu tanda nilai-nilai Muhammadiyah tersebar sampai di Negeri Khmer.

Selain itu, para siswa juga tertarik ingin melanjutkan belajar pada studi lanjut di Indonesia. Baik itu dalam belajar dalam bidang keagamaan, maupun yang lain.

Dirinya berharap, Muhammadiyah akan memberi harapan segar kepada anak-anak Muslim di Kamboja dalam melanjutkan menuntut ilmu ke tingkat yang lebih tinggi.

“Harapan besar semoga mereka semakin lancar berbicara Indonesia dan pada masa kuliah nanti, anak-anak murid mampu melanjutkan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di Lembaga Muhammadiyah khususnya," kata Jajang.[ros]


Komentar Pembaca