Terus Berinovasi, Bio Farma Luncurkan Alat Tes Antibodi Covid-19 dan Pembawa Vaksin

Kesehatan  SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 09:45 WIB

Terus Berinovasi, Bio Farma Luncurkan Alat Tes Antibodi Covid-19 dan Pembawa Vaksin

foto/net

PT Bio Farma meluncurkan alat tes antibodi Covid-19 bernama FastBio-RBD 2019-nCoV Neutralizing Antibody Test & FastBio-RBD Fia Meter. Selain itu, Bio Farma juga memiliki produk baru berupa alat pembawa vaksin atau vaccine carrier bermerek VaccarBio. Keduanya diluncurkan di Jakarta, Sabtu (26/11/2022). 

FastBio-RBD merupakan kit diagnostik untuk mengetahui jumlah spesifik antibodi seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Dengan alat tersebut, masyarakat bisa mengetahui jumlah antibodi yang terbentuk, karena vaksin Covid-19 maupun disebabkan terinfeksi secara alami.  

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Bio Farma, I.G.N Suharta Wijaya mengatakan, pihaknya terus berusaha melakukan berbagai inovasi di bidang kesehatan. 

"Produk-produk ini merupakan bentuk kontribusi Bio Farma dalam kondisi pandemi Covid-19, terutama dalam pemetaan respons kekebalan masyarakat melalui FastBio, dan menjaga suhu pengiriman vaksin tetap stabil untuk menjamin kualitasnya melalui Vaccarbio," kata I.G.N Suharta Wijaya. 

Sementara itu, Kepala Divisi Penjualan Domestik Bio Farma, Mahsun Muhammadi menambahkan, bahwa FastBio-RBD menggunakan teknologi fluorescence immunoassay, yakni  suatu teknik yang sederhana, cepat, dan sensitif  untuk mengukur jumlah senyawa, termasuk seperti obat-obatan, hormon, dan protein. 

"Dengan ini, masyarakat dapat memantau jumlah antibody SARS-COV-2 dalam tubuh mereka untuk meningkatkan kehati-hatian dalam menjalani aktivitas sehari-hari," kata Mahsun Muhammadi. 

Menurut Mahsun, waktu yang tepat untuk menggunakan FastBio-RBD adalah ketika seseorang sesudah mendapatkan vaksin lengkap atau setelah terpapar Covid-19. 

"Waktu paling tepat untuk melakukan pengujian menggunakan alat ini, ialah empat minggu setelah divaksinasi atau enam bulan setelah vaksinasi terakhir," tambahnya. 

Pengukuran dengan FastBio itu dilakukan menggunakan sampel darah. Mahsun mengatakan, pelayanan itu akan tersedia di jejaring lab dan klinik holding BUMN farmasi. 

"... dan menyusul juga tersedia di lab swasta," ucapnya. 

Sedangkan VaccarBio adalah alat elektronik yang ringkas dan mudah untuk membawa vaksin. Alat tersebut merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. 

Produk itu berfungsi menjaga suhu sampel vaksin yang dikirim tetap dalam rentang yang disyaratkan (2-8 derajat Celcius) sehingga masih sesuai dengan syarat penggunaan produk. Keunggulan VaccarBio ialah bisa menahan suhu lingkungan antara minus 5 derajat hingga 45 derajat celcius.

Wadah untuk membawa vaksin itu juga antikarat, tahan terhadap api, bisa digunakan untuk di luar maupun dalam ruangan, dan mampu bertahan selama tujuh jam. 

"VaccarBio dapat menjawab tantangan geografis dalam hal pendistribusian vaksin di Indonesia," kata Mahsun. [mt]


Komentar Pembaca