Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Guntur Hamzah sebagai Hakim Konstitusi

POLKAM  RABU, 23 NOVEMBER 2022 | 19:45 WIB

Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Guntur Hamzah sebagai Hakim Konstitusi

foto/setkab RI

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan Pengucapan Sumpah dan Janji Hakim Konstitusi oleh Guntur Hamzah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/11/2022) pagi.

Pengucapan sumpah sekaligus pengangkatan hakim konstitusi ini, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 114/P/Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Usai pembacaan Keppres oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, Guntur Hamzah kemudian mengucapkan sumpah dan janji jabatan di hadapan Presiden Jokowi.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban hakim konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Tahun 1945 serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa," kata Guntur Hamzah dihadapan Presiden.

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Guntur Hamzah yang disaksikan oleh Kepala Negara.

Guntur yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 8 Januari 1965, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (Sekjen MK). Selain itu, Guntur juga sempat menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi, dan Komunikasi MK sebelum menjabat sebagai Sekjen MK. 

Pelaksanaan pengucapan sumpah ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo, untuk kemudian diikuti oleh para tamu undangan terbatas yang hadir.

Turut hadir pada acara ini di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman. [mt]


Komentar Pembaca