Ingin Minta Maaf, Penghina Ibu Negara Reupanya Memang Tak Diproses

Hukum  RABU, 23 NOVEMBER 2022 | 15:30 WIB

Ingin Minta Maaf, Penghina Ibu Negara Reupanya Memang Tak Diproses

Unggahan @KoProfilJati yang sudah dihapusnya/net

Penghina Ibu Negara RI Iriana Widodo di akun Twitter @KoprofilJati hendak meminta maaf dan mengakui meme itu dia buat spontan saja. Namun ternyata sejauh ini, aparat kepolisian memang belum memproses hukum kasus tersebut.

Kemarin pria yang disebut sebagai seorang komikus berinisial KJ tersebut, melalui kuasa hukumnya Gerson Johanes, mengaku menyesal dan sama sekali tak bermaksud mengolok-olok Ibu Negara Iriana.

"Tidak ada maksud kebencian atau apapun, hanya itu sifatnya spontan. Karena latar belakangnya sebagai komikus, spontan aja melihat seperti itu. Beliau sangat menyesal akan hal tersebut," akunya sebagaimana disampaikan Gerson kepada para wartawan kemarin lusa.

Sementara itu hari ini, Rabu (23/11/2022), Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Kombes Reinhard Hutagaol di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, mengatakan bahwa pihaknya tidak memproses kasus dugaan penghinaan itu. Sebab pihak korban tidak melaporkan si pelaku penghinaan akun Twitter @KoprofilJati.

Menurut Kombes Reinhard, meme ditujukan ke Bu Iriana itu masuk Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Jadi memang harus ada pelapornya, baru bisa diproses hukum.

Reinhard mengatakan dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri harus ada pelapor terlebih dahulu untuk memproses kasus terkait Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kasus Iriana Jokowi, kata dia, belum ada pelapor hingga saat ini.

Maka itu, Reinhard memastikan tidak akan menangkap pelaku. Selain belum ada laporan, pelapor yang harus melaporkan juga harus pihak yang dirugikan langsung, yakni Iriana Jokowi.
 
"Pasal 27 ayat 3 itu ya untuk penghinaan di ITE memang harus yang dirugikan langsung. Delik aduan absolut ya, harus yang dirugikan," kata Reinhard.
 
Sebelumnya, pemilik akun Twitter @KoprofilJati itu mengunggah sebuah foto Iriana Jokowi yang disandingkan dengan Kim Kun-Hee istri, istri Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali beberapa waktu lalu.
 
Foto itu diunggah oleh pemilik akun @KoprofilJati. Namun, dalam unggahannya dibubuhi narasi yang dianggap telah menghina atau mengolok-olok Iriana Jokowi. Narasi itu berupa sebuah percakapan yang ketika dibaca seolah-olah, Kim Kun-Hee majikan dan Iriana Jokowi pembantu.
 
Berikut narasinya:
 "Bi tolong buatkan tamu kita minum"
"Baik, nyonya"
 
Unggahan itu dikomentari kedua putra Iriana, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka. Kaesang membalas unggahan foto itu dengan kalimat "Lha, terus maksudmu gimana?"

Lalu putra sulung Bu Iriana, Gibran Rakabuming Raka yang juga Wali Kota berkomentar "Salah paham?".
 
Pemilik akun @KoprofilJati itu juga membalas komentar kedua putra Iriana. "Sorry, gaes. Postingan dgn gmbr ibu negara sy hapus. Kyny banyak yg salah paham menganggap sy merendahkan org di gmbr tsb."
 
Mengenai itu, Gerson menuturkan kliennya berniat meminta maaf secara tulus. Namun, menurutnya, sampai saat ini belum ada kesempatan. Ia dan kliennya kini tengah berupaya untuk melakukan rekonsiliasi dengan Iriana, sehingga bisa berdamai.

"Yang jelas dari klien kami, sangat-sangat menyesal dan mau minta maaf dari lubuk sanubari yang paling dalam. Karena itu spontan aja, tidak ada maksud, kebencian terhadap pemerintah ataupun seorang ibu," kata dia.

Sebelumnya, Putra Presiden Jokowi Kaeang Pengarep mengatakan, pihaknya tidak akan melaporkan si penghina Ibu Negara. Ia memilih membiarkan saja.[ros]

 


Komentar Pembaca