DrM: GTA Tidak anti Etnis China

Internasional  MINGGU, 13 NOVEMBER 2022 | 13:00 WIB

DrM: GTA Tidak anti Etnis China

Dr Mahthir Mohammad saat bicara dengan para pemilih etnis China

Dibentuknya Gerakan Tanah Air (GTA) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Ke-15 atau GE15, untuk melawan partai-partai berbasis Melayu yang buruk. GTA tidak anti-China.

Demikian dikatakan Ketua Pro-Tem Tun Dr Mahathir Mohamad (DrM) dilansir The Star, Minggu (13/11/2022).

Dikatakan DrM, meski gerakan itu 100% Melayu, bukan melawan komunitas Tionghoa, tapi dimulai hanya untuk melawan partai-partai Melayu seperti UMNO, yang menurutnya, mencuri uang rakyat.

“Kita harus punya partai berbasis Melayu yang bagus seperti GTA untuk melawan UMNO karena UMNO sudah berubah menjadi buruk.

“Kami 100% Melayu tapi kami tidak anti-Cina. Kami [partai] Melayu anti-jahat,” katanya saat bertemu dengan komunitas Tionghoa di sini kemarin.

Dr Mahathir mengatakan bahwa setelah pihak jahat disingkirkan, GTA akan dapat membentuk pemerintahan federal yang baik dan kredibel yang terdiri dari para pemimpin yang berintegritas.

Dia berharap komunitas China akan mendukung GTA di GE15.

“Jika kita mengalahkan orang-orang jahat ini, kita akan membentuk pemerintahan yang baik yang akan mematuhi aturan hukum dan memperlakukan semua orang, tanpa memandang etnis, sesuai dengan Konstitusi Federal.

Dia mengatakan dia yakin bahwa dengan pemerintahan yang baik memimpin negara, Malaysia akan kembali menjadi Macan Asia daripada dikenal karena kleptokrasi.

Dr Mahathir mengatakan jika GTA memiliki partai China dalam koalisi, orang Melayu di pedesaan tidak akan memberikan suara mereka, dan sebaliknya akan beralih ke Barisan Nasional.

Dia berkata bahwa dia bertemu dengan komunitas Tionghoa di negara itu selama roadshownya dan mereka memahami penjelasannya.

Ketika ditanya oleh salah satu peserta tentang sekolah menengah China, Dr Mahathir mengatakan, selama bertahun-tahun ketika dia menjadi perdana menteri,  tidak ada satu sekolah pun yang ditutup.

“Jika kami ingin menutup sekolah berbahasa Mandarin, kami sudah melakukannya, tetapi kami tidak melakukannya.

“Sebaliknya, mereka sudah ada dan orang Melayu juga belajar di sekolah-sekolah ini,” katanya. [ros]


Komentar Pembaca