Besok, Arema FC Gelar Tahlil dan Doa Bersama Peringati 40 Hari Tragedi Kanjuruhan

Daerah  RABU, 09 NOVEMBER 2022 | 18:30 WIB

Besok, Arema FC Gelar Tahlil dan Doa Bersama Peringati 40 Hari Tragedi Kanjuruhan

foto/net

Tragedi Stadion Kanjuruhan, yang terjadi pada 1 Oktober 2022, yang menewaskan sebanyak 135 orang, kini memasuki hari ke 40. Untuk memperingati 40 hari tragedi tersebut,  Arema FC akan mengadakan tahlil dan doa bersama. 

Rangkaian doa bersama dan tahlil tersebut akan dilaksanakan pada Kamis (10/11/2022) besok, mulai pukul 09.00 WIB. 

"Doa dan tahlil untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tragedi Kanjuruhan, akan dilakukan setelah Ashar," kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto di Kota Malang, Jawa Timur, seperti dilansir dari jpnn, Rabu (9/11/2022). 

Tatang mengatakan, pada pagi hari rangkaian kegiatan akan dimulai dengan khataman Al-Quran, yang  dilanjutkan dengan doa bersama, serta tahlil dengan para ustadz dari Yayasan Sunan Kalijogo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Menurut Tatang, dalam kegiatan tersebut akan diikuti oleh seluruh pemain, pelatih, ofisial, karyawan dan jajaran manajemen Arema FC. Selain itu, doa bersama dan tahlil tersebut, rencananya juga akan diikuti oleh pendukung Singo Edan yang biasa disebut Aremania.  

"Selain doa untuk para korban meninggal dunia, kami juga berdoa untuk kesembuhan bagi yang mengalami luka-luka," tambah Tatang. 

Dia menambahkan, selain itu, ia juga berharap apa yang menjadi tuntutan Aremania untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut bisa segera terpenuhi.

Semua rangkaian kegiatan tersebut, akan dilaksanakan di Kantor Arema FC, Jalan Mayjend Pandjaitan Kota Malang, Jawa Timur.

"Kami mendoakan agar apa yang menjadi tuntutan dan keinginan Aremania agar persoalan ini segera dituntaskan," ujarnya. 

Diketahui pada Sabtu (1/10), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. 

Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan. Kerusuhan tersebut semakin membesar, dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. 

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata. Akibat kejadian itu, sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala dan leher dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan termasuk luka berat. [mt]


Komentar Pembaca