Konsep Lebih Konkret, Program Pesantren Hijau Dapat Perhatian Pesantren Luar Jawa

Pendidikan  SENIN, 31 OKTOBER 2022 | 06:35 WIB

 Konsep Lebih Konkret, Program Pesantren Hijau Dapat Perhatian Pesantren Luar Jawa

foto/net

Program Pesantren Hijau sejak pertama diluncurkan, langsung mendapat perhatian besar dari masyarakat pesantren, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua LPBI PBNU Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Maskut Candranegara, di acara Workshop Hasil Asesmen dan Penyusunan Program Pesantren Hijau, Sabtu (29/10/2022) di Jakarta.

"Animonya sangat luar biasa dari pesantren-pesantren di luar Jawa, seperti di Sumatera Utara atau di Kepulauan Riau. Misal di Natuna (Kepri), itu mereka menunggu kapan Program Pesantren Hijau hadir ke pesantren-pesantren di sana," kata Wakil Ketua LPBI PBNU Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Maskut Candranegara di Jakarta, seperti dilansir dari NU Online, Senin (31/10/2022).

Sementara itu, Sekretaris RMI PBNU, Hindun Anisah mengatakan, Program Pesantren Hijau adalah sesuatu yang patut menjadi perhatian pesantren dan NU.

"Karena konsep Pesantren Hijau lebih konkret, agar bagaimana mengajak pesantren untuk membangun awareness (kesadaran) soal isu lingkungan hidup. Dan ini diwujudkan dalam kebutuhan nyata serta kondisi faktual pesantren," kata Sekretaris RMI, Hindun Anisah.   

Program Pesantren Hijau memanfaatkan tujuh pesantran sebagai protipe. 

Ketujuh pesantren tersebut adalah:
1. Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Jawa Timur; 
2. Pesantren Al-Mubarok Mranggen Demak, Jawa Tengah; 
3. Pesantren Mahasina Bekasi, Jawa Barat; 
4. Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Jawa Barat; 
5. Pesantren Al Kenaniyah, Jakarta Timur, DKI Jakarta; 
6. Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, DKI Jakarta; dan 
7. Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU) Kompleks Syeikh Asrjad Menes Pandeglang, Banten.

Hindun berharap, Program Pesantren Hijau tidak hanya berhenti di tujuh pesantren dan dapat terealisasi dengan baik. 

"Mudah-mudahan program ini benar-benar terealisasi dengan baik, ada tindak lanjut program yang bisa menyentuh pesantren-pesantren lain secara lebih luas, karena ada hampir 38 ribu pesantren di Indonesia," ujarnya.

"Semoga kegiatan ini menghasilkan sesuatu yang baik untuk pesantren, karena ruhnya NU itu ya pesantren," pungkas Hindun. [mt]


Komentar Pembaca