Wali Kota Non-aktif Bekasi Rahmat Effendi Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda 1 M

Hukum  RABU, 12 OKTOBER 2022 | 22:30 WIB

Wali Kota Non-aktif Bekasi Rahmat Effendi Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda 1 M

foto/net

Wali Kota non-aktif Bekasi, Rahmat Effendi, divonis 10 tahun penjara atas kasus persekongkolan pengadaan barang dan jasa, serta lelang jabatan, oleh Majelis Hakim dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (12/10/2022).

Ketua Majelis Hakim, Eman Sulaeman menyatakan, Rahmat Effendi telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, dan Pasal 12 huruf f Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Rahmat Effendi bersalah, menjatuhkan pidana selama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Miliar subsider enam bulan kurungan," kata Majelis Hakim, Eman Sulaeman di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir dari jpnn, Rabu (12/10/2022). 

Selain itu, Majelis Hakim juga memvonis harta benda hasil tindak pidana yang dilakukan Rahmat Effendi untuk disita, yakni mobil, bangunan, serta barang-barang lainnya. 

Rahmat Effendi juga dipidana tambahan, berupa pencabutan hak politik untuk dipilih selama lima tahun setelah menjalani hukuman penjara. Hukuman tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Sebelumnya, jaksa menuntut Rahmat untuk dipenjara selama 9,5 tahun, serta denda sebesar Rp 1 Miliar. Sebelumnya, Rahmat didakwa telah menerima uang Rp 10 Miliar dari persekongkolan pengadaan barang dan jasa, serta didakwa meraup sekitar Rp 7,1 Miliar dari setoran para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. 

Sementara itu, Pengacara Rahmat Effendi, Agus Purnomo mengatakan, pihaknya masih menyatakan pikir-pikir terkait vonis yang dijatuhkan oleh hakim tersebut. Namun, pihaknya pun berekspektasi hukuman yang dijatuhkan akan lebih ringan dari tuntutan jaksa. 

"Putusan yang lebih dari tuntutan belum bisa kami kasih keputusan (banding), karena masih perlu kami telaah," kata pengacara Rahmat Effendi, Agus Purnomo. [mt]


Komentar Pembaca