Peringatan Maulid Nabi Merupakan Ekspresi Kebahagiaan

oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., P.hD

Opini  SABTU, 08 OKTOBER 2022 | 15:50 WIB

Peringatan Maulid Nabi Merupakan Ekspresi Kebahagiaan

Maulid Nabi adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sang pembaharu dan pembawa reformasi bagi kehidupan manusia yang sesuai harkat dan martabatnya sebagai Khalifah, dan bukan kedzaliman yang merajalela sebagaimana kehidupan Jahiliyah.

Beliau dilahirkan pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah, karena pada masa itu belum adanya Tahun Hijriyah, sehingga setiap nama tahun dinisbatkan pada kejadian yang ada, yang mana pasukan Raja Abrahah dengan mengendarai gajah ingin berupaya menghancurkan Ka’bah, namun atas izin Allah yang berkehendak lain, hingga Allah mengutus burung Ababil dengan membawa batu dari neraka yang dilemparkan ke arah pasukan gajah, hingga pasukan tersebut binasa seperti daun yang dimakan ulat.

Secara historis bahwa Nabi Muhammad SAW, dilahirkan di Makkah, oleh seorang Ibu bernama Aminah dan Ayahnya Abdullah, yang membawanya keliling Ka’bah setelah kelahirannya, sebagai wujud rasa cintanya seorang kakek atas kelahiran cucunya yang Yatim, karena ditinggal oleh ayahnya dimasa beliau dalam kandungan, hingga diberinya nama Muhammad yang berarti mulia, sebuah nama yang dipakai sebagai nama kehormatan pada saat itu di Kota Makkah.

Adapun Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah sebuah peringatan untuk mengingatkan kita kepada sosok Nabi yang selama ini kita teladani yang baik (uswatun hasanah) .

Sejatinya bahwa Nabi Muhammad SAW, selama hidupnya tidaklah pernah memperingati hari kelahirannya. Meskipun demikian beliau selalu mensyukuri pada hari kelahirannya dengan cara melaksanakan ibadah puasa pada hari Senin, sebagai hari yang istimewa.

Dari realita ini, maka setidaknya kita sebagai umatnya untuk turut serta memandang bahwa peringatan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik dan membawa kebaikan bagi umat Islam, adapun point penting yang dapat kita ambil adalah;

 Pertama, bahwa Nabi Muhammad adalah sesosok Nabi yang kita teladani, sehingga memperingati hari kelahirannya sangatlah banyak uswah hasanah yang dapat kita penting, mulai dari bagaimana keteladan ibunya yang telah merawat saat kehamilannya, bagaimana kebahagiaan kakeknya atas kelahirannya, hingga nampak adanya tanda-tanda kenabiah beliau dalam sejarah yang ada.

Kedua, dilahirkannya manusia di muka bumi ini adalah dalam keadaan fitrah, sehingga orang tua menjadi penentu bagi keyakinan anaknya, apakah akan menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi, sedangkan keimanan yang kita miliki dan melekat pada diri kita yaitu ajaran Islam haruslah kita syukuri, sehingga dikatakan bahwa seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah adalah seperti halnya kertas putih yang belum terwarnai atau tercoret oleh warna sedikitpun.

Ketiga, bahwa Peringatan Maulid Nabi adalah awal tonggak sejarah dimana agama Islam lahir di muka bumi ini sebagai risalah yang menyempurnakan risalah-risalah sebelumnya, karena agama Islam datang bukanlah di ruang yang kosong, melainkan telah ada aturan atau ajarah yang telah melekat pada umat sebelumnya, sehingga dikatakan bahwa ajaran Islam bukanlah syariat baru, melainkan syariat penyempurna atas syariat-syariat sebelumnya.

Pelajaran besar yang dapat kita petik dalam Peringatan Maulid Nabi adalah bahwa ajaran Islam ada yang bersifat perintah beserta tata cara pelaksanaannya, seperti ibadah shalat yang harus dijalani lima waktu dalam sehari, puasa wajib pada bulan ramadhan, sehingga tidak hanya waktu, melainkan juga tatacara pelaksanaannya, dan ada pula ajaran Islam yang diperintahkan dan tidak terikat atas perintahnya salah tata cara pelaksanaannya, misalnya perintah dzikir yang dapat dilakukan kapan saja, baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring.

Peringatan nama termasuk katagori sebuah tradisi yang kita jalani dengan harapan mengharapkan keberkahan dan ridha pada Allah Ta’ala, dengan ekspresi yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya, hingga kita sadar akan kebenaran Allah dan Rasul-Nya.

Dengan peringatan Maulid Nabi ini, semoga kita semua senantiasa diingatkan untuk bersama-sama mengekspresikan kebahagiaan kita dengan cara memperingati Maulid Nabi yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, agar keberkahan dan rahmahnya senantiasa menjadi tauladan bagi kita semua, Amin.[*]

Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., P.hD, Rekor UIN Raden Intan Lampung, dilansir dari MUIDigital, Sabtu (8/10/2022)

 


Komentar Pembaca