Ini Modus Baru di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Hukum  SELASA, 04 OKTOBER 2022 | 15:45 WIB

Ini Modus Baru di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Net

Modus kasus dugaan suap yang menjerat Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati sebagai tersangka. Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan inti kasus yang menjerat Sudrajad ini ialah pemailitan koperasi Intidana.

"Saya gambarkan, kasus penangkapan terhadap Sudrajat Dimyati itu intinya adalah pemailitan terhadap koperasi Intidana. Itu merupakan modus baru dalam kejahatan yang terjadi kepada kita," kata Mahfud dalam diskusi reformasi hukum peradilan di Kemenko Polhukam, Selasa (4/10/2022).

Mahfud mengatakan sepuluh dari 3.800 anggota koperasi Intidana diduga melakukan kongkalikong. Mereka disebut menggugat koperasi dengan tujuan agar koperasi dipailitkan karena adanya penyalahgunaan.

"Karena modusnya begini, koperasi Intidana itu punya aset sebagai tabungan para anggota jumlahnya Rp 950 miliar lebih, dengan anggota sekitar 3.800 orang, 10 orang dari anggota yang 3.800-an ini berkonspirasi menggugat koperasi dengan tujuan penyalahgunaan dan minta dipailitkan," jelasnya.

Mahfud mengatakan mereka berkali-kali melaporkan koperasi Intidana, tapi ditolak. Meski ditolak berkali-kali, koperasi Intidana dinyatakan pailit di tingkat Mahkamah Agung (MA).

"Berkali-kali diadukan ke pengadilan, ditolak oleh pengadilan, beberapa kali ditolak setiap ditolak mengumpulkan lagi mengumpulkan lagi penggugat baru dari 3.800 itu sehingga pada berikutnya kalah terus tapi di tingkat MA koperasi Intidana ini dinyatakan pailit," ujarnya.

Mahfud mengatakan penggugat yang memiliki dana Rp 50 miliar di koperasi Intidana mengalahkan penabung yang memiliki Rp 950 miliar. Padahal, kata Mahfud, koperasi Intidana dalam keadaan sehat.

"Penggugat yang hanya Rp 50 miliar itu mengalahkan penabung yang Rp 950 miliar padahal koperasinya sehat berjalan. Tiba-tiba dinyatakan pailit oleh para operator hartanya disita karyawannya dipecati barang-barang itu diambil semua," ucapnya.

Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Suap
Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Sudrajad Dimyati, hakim agung pada MA, sebagai tersangka dugaan suap pengurusan perkara di MA. Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya.

"Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan 10 orang sebagai tersangka sebagai berikut: pertama, ST hakim agung pada MA RI; kedua ETP hakim yudisial/panitera pengganti pada MA," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (23/9).

Sebagai Penerima:

- Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
- Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
- Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Nurmanto Akmal, PNS Mahkamah Agung
- Albasri, PNS Mahkamah Agung

Sebagai Pemberi:

- Yosep Parera, Pengacara
- Eko Suparno, Pengacara
- Heryanto Tanaka, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
- Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana). [Irm]


Komentar Pembaca