Selain Tidur Nyenyak, Ini Pembatal Wudhu

Kajian  SENIN, 03 OKTOBER 2022 | 15:37 WIB

Selain Tidur Nyenyak, Ini Pembatal Wudhu

Tidak dalam keadaan wudhu atau batal wudhu, dalam Fiqih disebut Hadas.  Ketika seseorang dalam keadaan hadas, maka ia terhalang untuk melakukan Shalatatau Thawaf hingga dia menyucikan dirinya dengan wudhu.

Dilansir laman Muhammadiyah.or.id, Senin (3/10/2022), berikut hal-hal yang dapat membatalkan wudhu:

PERTAMA: buang air kecil atau buang air besar
“Apabila salah seorang dari kamu telah buang air kecil atau besar…”. (QS. Al-Maidah: 6).

KEDUA: mengeluarkan wadi
Wadi adalah cairan berwarna putih dan kental, biasanya keluar setelah buang air kecil. Mengeluarkan wadi termasuk hadas kecil yang cara bersucinya dengan wudu berdasarkan hadis Aisyah RA, dia berkata: “Sedangkan wadi adalah cairan yang keluar setelah kencing yang seseorang harus mencuci kemaluannya dan berwudhu› tanpa harus mandi”.

KETIGA: mengeluarkan madzi
Madzi adalah cairan bening, halus dan lengket yang keluar ketika adanya dorongan syahwat, seperti bercumbu, mengingat jima’ (persetubuhan) atau menginginkannya. Mengeluarkan madzi juga termasuk hadas kecil dan cukup berwudu, berdasarkan hadis Ali RA:

“Aku adalah seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi. Terkait hal itu, aku menyuruh seseorang untuk bertanya kepada Nabi SAW., mengingat kedudukan puterinya sebagai isteriku. Setelah orang itu bertanya, Nabi SAW. menjawab: Wudhulah dan cucilah kemaluanmu”. (H.R. Bukhari dan lainnya).

KEEMPAT: buang angin (kentut)
Berdasarkan hadis Abu Hurairah RA: ”Rasulullah SAW bersabda: Tidak akan diterima shalatnya orang yang berhadas sampai ia berwudu. Kemudian seorang laki-laki dari Hadramaut bertanya: Apakah hadas itu ya Abu Hurairah? Abu Huraerah menjawab: Hadas itu kentut yang tidak bersuara atau kentut yang bersuara”. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad).

KELIMA: menyentuh kemaluan dengan sengaja
Berdasarkan hadits Busrah binti Safwan RA: “Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa yang menyentuh kemaluannya maka hendaklah ia berwudhu”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmiidzi, an-Nasa`i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi berkata: Hasan sahih).

KEENAM: tidur nyenyak dengan berbaring
Tidur nyenyak berbaring, sehingga tidak merasakan datangnya hal yang membatalkan, seperti kentut, memegang kemaluan atau lainnya, membatalkan wudhu.

Berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas RA: “Dari Ibnu Abbas bahwa ia melihat Nabi SAW tidur dalam posisi sujud sampai ia mendengkur, kemudian ia berdiri untuk salat. Lalu saya bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau telah tertidur. Maka beliau bersabda: Sesungguhnya wudu itu wajib (batal) melainkan bagi orang yang tidur berbaring, karena jika berbaring maka lemaslah sendi-sendinya”. (H.R. AtTirmidzi dan Ahmad).[ros]


Komentar Pembaca
Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

KesehatanKamis, 24 November 2022 | 09:10

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

IslamtainmentKamis, 24 November 2022 | 06:40

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Kabar Tanah SuciKamis, 24 November 2022 | 13:40

Anne Ratna Mustika Sebut Dedi Mulyadi Masih Punya Hutang Miliaran
Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Kabar Tanah SuciMinggu, 27 November 2022 | 19:43

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

POLKAMSelasa, 29 November 2022 | 23:50

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

NasionalSelasa, 29 November 2022 | 23:30

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

KajianSelasa, 29 November 2022 | 23:10

Hilman Latief: Penggunaan Nilai Manfaat Dana Haji Perlu Diproporsionalkan
Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Ekonomi SyariahSelasa, 29 November 2022 | 22:26