Islam Wasathiyah Solusi bagi Paham Menyimpang; Radikalisme dan Liberalisme

POLKAM  JUMAT, 30 SEPTEMBER 2022 | 12:32 WIB

Islam Wasathiyah Solusi bagi Paham Menyimpang; Radikalisme dan Liberalisme

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal KH Sholahuddin Al-Aiyub mengatakan, Islam Wasathiyah menjadi solusi untuk pemahaman menyimpang radikalisme dan liberalisme.

“Radikalisme atau al-ifrath dan liberalisme atau at-tafrith agama telah mendistorsi (menyimpangkan) pemahaman agama. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah dan upaya untuk mengembalikannya ke jalan yang lurus, yaitu mengembalikan ke Islam Wasathiyah, ” kata Kiai Aiyub pada Seminar Nasional Penanggulangan Radikalisme dan Intoleran di Indonesia yang dihelat MUI Provinsi Riau, Kamis (29/9/2022).

Radikalisme agama sendiri menurutnya menyimpang karena memahami nash agama hanya berpegang pada nash secara zhahir (manthuq an-nash) dan mengabaikan nash secara substansi (mafhum an-nash).

Hal ini, kata dia, menimbulkan pemahaman yang kaku dan pengamalan berlebihan terhadap ajaran agama. Sering pula disertai upaya mengubah tatanan pemahaman agama yang sudah ada.

Mereka yang terpapar radikalisme juga seringkali menganggap bid’ah orang yang berbeda pemahaman dengan kelompoknya, sehingga menimbulkan ekspresi keagamaan yang intoleran.

Adapun liberalisme agama, lanjut Kiai Aiyub, dianggap menyimpang karena meyakini bahwa nash adalah teks terbuka yang siapapun bebas untuk menafsirkan atau menakwilkannya tanpa memperhatikan sistem dan metodologi yang telah diformulasikan oleh para ulama.

Mereka ini biasanya beralasan bahwa ajaran agama mesti sesuai dengan kemaslahatan. Sehingga apabila nash bertentangan dengan maslahat, nash lah yang harus ditinggalkan.

“Padahal menurut para ulama, jika nash bertentangan dengan kemaslahatan maka nash harus dimenangkan dan didahulukan. Karena jika bertentangan, kemaslahatannya itulah yang bersifat asumtif dan semu (maslahah mauhumah), ” terang Kiai Aiyub.

Kiai Aiyub melanjutkan, pemahaman kelompok ini sangat berbahaya karena dapat merobohkan pilar-pilar epistemologis ajaran Islam sehingga menimbulkan keraguan umat terhadap akidah dan syariat Islam serta menjerumuskan ke dalam kesesatan.

“Maka jalan keluarnya adalah Islam Wasathiyah, yaitu pemahaman agama yang sesuai dengan paham Ahlu Sunnah wal Jama’ah, ” ujar Kiai Aiyub dilansir dari laman MUIDigital.

Selanjutnya, Kiai Aiyub memaparkan ciri Islam Wasathiyah di antaranya: pemahaman agama yang tetap berpegang pada metodologi pengambilan hukum (manhajiy), tetap dinamis (tathawwuriy), tetap mengedepankan paham moderat dalam memahami ajaran agama (tasamuhiy), dan menjauhkan dari pemahaman agama yang ekstrem (tawasshuthiy). [ros]


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55

PC Sering Pergi dengan Brigadir J, Sambo Selalu Pulang Malam
 Mauna Loa, Gunung Api Terbesar di Dunia Meletus

Mauna Loa, Gunung Api Terbesar di Dunia Meletus

InternasionalKamis, 01 Desember 2022 | 12:50

Diharamkan MUI Jember, Apa Itu Joget Pargoy?

Diharamkan MUI Jember, Apa Itu Joget Pargoy?

BERITAJumat, 02 Desember 2022 | 07:30

Partai Buruh Protes, Kenaikan UMP DKI 5,6 Persen Tidak Tepat
Terungkap, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kerap Pisah Rumah
2.188 Personel Siaga di Acara Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono
Jenazah Pilot Diduga Masih Berada di Dalam Badan Helikopter Polri
Wonderful Indonesia di Piala Dunia 2022 Qatar

Wonderful Indonesia di Piala Dunia 2022 Qatar

InternasionalMinggu, 04 Desember 2022 | 06:40

WHO Sebut Fase Darurat Pandemi Covid-19 Semakin Dekat

WHO Sebut Fase Darurat Pandemi Covid-19 Semakin Dekat

NasionalMinggu, 04 Desember 2022 | 06:10

Gempa Susulan Kembali Guncang Cianjur

Gempa Susulan Kembali Guncang Cianjur

DaerahMinggu, 04 Desember 2022 | 05:23