Sebut PAN, PKS, PPP Partai Kurang Modal, Jazilul Fawaid: Partai Islam Sulit Berkembang

POLKAM  KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 18:00 WIB | Deman

Sebut PAN, PKS, PPP Partai Kurang Modal, Jazilul Fawaid: Partai Islam Sulit Berkembang

foto/net

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid blak-blakan menyebut partainya, beserta partai berhaluan Islam lain seperti PKS, PAN, dan PPP sebagai partai kurang modal. Alasannya, umat Islam yang membentuk partai ini gagal dalam berekonomi.

Tak cuma gagal sebagai partai politik, Jazilul juga mengatakan, kehadiran PAN, PKS, PPP dan PKB menjadi hambatan politik bagi umat Islam. Apalagi, umat Islam selama ini tidak disokong oleh pengusaha-pengusaha besar untuk beradu dalam Pemilu.

"PAN, PKB, PKS, PPP itu saya pikir sama. Itu sama-sama PKB artinya partai kurang modal atau partai kurang biaya," kata Jazilul, saat diskusi ICMI Talk bertajuk 'Peta Politik Umat Islam Pada Pemilu 2024: Tantangan, Peluang dan Harapan' yang disiarkan secara virtual, Kamis (29/9/2022).

Jazilul mengatakan, umat Islam membutuhkan basis modal yang kuat. Tapi, modal yang kuat hanya dimiliki oleh para pengusaha tajir yang kebanyakan dari kalangan non muslim. Adapun pengusaha dari kalangan umat Islam amat sedikit.

"Basis modal yang dimiliki oleh umat Islam itu kecil, kita tidak memiliki banyak katakanlah para ekonom, para pengusaha besar di lingkungan umat Islam artinya kegagalan politik umat Islam," ungkap Jazilul.

"Jadi sudah tidak punya modal, tidak punya pikiran, ini sulit untuk berkembang," tambahnya.

Sebab itu, Jazilul menyebut hal itu merupakan suatu tantangan bagi para partai beraliran Islam untuk dapat berjuang dengan partai beraliran non Islam. Dia meminta partai Islam bisa kembali pada visi sejatinya dan tidak tergantung pada kekuatan kapital.

"Ke depan ini karena berhadapan dgn ideologi pragmatisme yang akan melihat partai politik seperti pasar, seperti dunia pasar malam. Politik umat Islam harus menemukan arah ideologi kembali yang menjadi basis penguatannya jadi visinya bukan pada kekuatan kapital," katanya. [mt]

 


Komentar Pembaca