Indonesia Tawarkan Tatanan Dunia Berbasis Win-Win Bukan Zero-Sum

POLKAM  SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 07:45 WIB

Indonesia  Tawarkan Tatanan Dunia Berbasis Win-Win Bukan Zero-Sum

Indonesia serukan tatanan dunia berbasis paradigma “win-win,” bukan “zero-sum.” “Paradigma yang merangkul, bukan memengaruhi. Paradigma kolaborasi, bukan kompetisi. Ini adalah solusi transformatif yang kita butuhkan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Senin (26/9/2022).

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi merujuk pada kondisi sangat mengkhawatirkan yang menyelimuti dunia saat ini, mulai dari pandemi berkepanjangan, ekonomi yang kelam, perang yang bukan lagi sebuah kemungkinan tetapi sebuah kenyataan, dan pelanggaran terhadap hukum internasional yang telah menjadi norma untuk kepentingan sebagian.

Retno mengatakan untuk itu diperlukan paradigma baru untuk menyalakan kembali spirit perdamaian, membangkitkan tanggungjawab terhadap pemulihan global, dan memperkuat kemitraan regional.

Retno menyebut kurangnya kepercayaan antar-negara yang memicu kebencian dan ketakutan sehingga berujung konflik, yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Ini harus diawali dengan penghormatan terhadap hukum internasional. Prinsip kedaulatan dan integritas wilayah tidak bisa ditawar. Prinsip-prinsip ini harus senantiasa ditegakkan. Penyelesaian masalah secara damai harus menjadi satu-satunya solusi untuk setiap konflik,” tegasnya dilansir VOA, Selasa (27/9/2022).

Ia menilai paradigma ini tepat untuk mengatasi isu Palestina dan Afghanistan. Secara khusus ia mengatakan, “Indonesia akan terus bersama Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya.” Juga bahwa “Indonesia berkomitmen membantu memperjuangkan hak dan akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan.”

Mewakili Pemerintah Indonesia, Retno menyampaikan urgensi pelaksanaan KTT G20 di Bali, November mendatang.

“G20 tidak boleh gagal jadi katalis pemulihan dunia. Kita tidak boleh membiarkan pemulihan global “tersandera” oleh geopolitik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti semakin surutnya solidaritas global, yang memicu terjadinya diskriminasi perdagangan dan monopoli rantai pasokan global.

Secara khusus, Menlu Retno menggarisbawahi perlunya tatanan dunia dengan paradigma baru untuk memperkuat kemitraan global. Ia mencontohkan ASEAN. “ASEAN adalah contoh di mana paradigma kolaborasi selalu dikedepankan.

Dengan semangat itulah, Indonesia akan memimpin ASEAN sebagai Ketua tahun depan. Indonesia berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN agar ASEAN tetap penting bagi rakyat, kawasan, dan dunia”, ujarnya.

Indonesia, tambahnya, sangat prihatin dengan situasi di Myanmar dan kurangnya komitmen pihak militer untuk menerapkan lima poin konsensus yang dicapai dalam pertemuan pemimpin ASEAN pada April 2021.

“Saya percaya dengan bekerja bersama-sama dan mengadopsi paradigma baru, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua. Sekarang bukan saatnya lagi kita hanya berbicara. Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk melakukan apa yang kita sampaikan,” ujar Retno menutup pidatonya di sidang yang baru untuk pertama kalinya setelah dua tahun dilangsungkan secara tatap muka. [ros]


Komentar Pembaca
Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

KesehatanKamis, 24 November 2022 | 09:10

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

IslamtainmentKamis, 24 November 2022 | 06:40

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Kabar Tanah SuciKamis, 24 November 2022 | 13:40

Anne Ratna Mustika Sebut Dedi Mulyadi Masih Punya Hutang Miliaran
Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Kabar Tanah SuciMinggu, 27 November 2022 | 19:43

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

POLKAMSelasa, 29 November 2022 | 23:50

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

NasionalSelasa, 29 November 2022 | 23:30

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

KajianSelasa, 29 November 2022 | 23:10

Hilman Latief: Penggunaan Nilai Manfaat Dana Haji Perlu Diproporsionalkan
Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Ekonomi SyariahSelasa, 29 November 2022 | 22:26