Tiga Kelompok Investor Siap Danai UUS BPD yang Spin Off

Ekonomi Syariah  SENIN, 26 SEPTEMBER 2022 | 09:30 WIB

Tiga Kelompok Investor Siap Danai UUS BPD yang Spin Off

Pakar Ekonomi Syariah Adiwarman Karim mengemukakan, spin off (pemisahan) bank syariah berpeluang memperkuat keuangan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Ada tiga kelompok investor pada bank syariah yang dimiliki BPD yang telah melaksanakan kewajiban spin off.

Hal itu dikemukakannya pada Pra Ijtima Sanawi DSN MUI ke-7, di Hotel Balairung, Jakarta Timur, Sabtu (24/9/2022).

Menurutnya, BPD ini mendapatkan tambahan modal tiap-tiap BPD antara 1-9 triliun rupiah kalau mereka mau melakukan spin off dari Unit Usaha Syariah (UUS) yang dimiliki.

Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) ini menjelaskan, hal tersebut dikarenakan adanya Peraturan Otoritas Jasas Keuangan (POJK) Nomor 16 Tahun 2022 yang mengharuskan Bank Umum Syariah (BUS) minimal memiliki modal 10 triliun rupiah. Padahal, ungkapnya, kalau sudah spin off ini hanya Rp 1 triliun.

‘’Jadi ini kesempatan yang sangat baik. Pertama ada kesetaraan dan kedua ada peluang besar untuk memperbaiki dan memperkuat permodalan BPD seluruh Indonesia,’’tuturnya.

Dia mengatakan, kalau BPD memiliki permodalan yang lebih kuat, maka perekonomian setiap daerah juga akan semakin kuat. Tantangan ekonomi dalam menghadapi stag inflasi saat ini membutuhkan perekonomian yang kuat untuk bisa menahan gejolak.

‘’Maka daerah kita akan semakin kuat stabilannya, penguatan daerahnya lebih kuat, maka InsyaAllah ekonomi Indonesia secara makro lebih tahan gejolak,’’ ungkapnya.

Selain itu, Adiwarman menerangkan, kewajiban spin off akan menghilangkan 21 keistimewaan bagi UUS yang selama ini telah menikmatinya selama 21 tahun. Jadi ada kesetaraan dan keadilan.

Ia mengatakan, bakal ada tiga kelompok investor pada bank syariah yang dimiliki BPD yang telah melaksanakan kewajiban spin off.

PERTAMA: investor yang saat ini memiliki fintech di Indonesia. Mereka ini memerlukan ekosistem yang lebih lengkap. Salah satu ekosistem yang mereka belum miliki adalah bank,’’ujarnya.

Menurutnya, kelompok itu sedang mencari-cari bank kecil mana yang akan dijual. Apabila menemukannya, ujarnya, kelompok tersebut sangat siap untuk membeli.

‘’Kelompok investor ini berasal dari Jepang, China, dan Eropa mencari bank kecil yang mau dijual di Indonesia,’’ sambungnya.

KEDUA: bank umum syariah yang besar di Indonesia juga sedang mencari-cari bank ekonomi syariah yang dimiliki BPD yang telah spin off untuk bisa tumbuh secara organik.

‘’Sehingga mencari-cari kalau ada bank umum syariah hasil spin off BPD tadi yang mau dijual sebagian sahamnya kepada bank umum syariah yang ada di Indonesia ini. Sehingga, nanti bagus sekali perkembangannya,’’tutur dia.

KETIGA: para pengelola dana besar seperti Jamsostek dan BPKH berpeluang untuk menjadi investor. Hal ini dikarenakan karena pengelola dana besar tersebut tidak akan lama bertahan di dalam bank umum.

‘’Tetapi fraizen investasinya setahun dua tahun, keluar mengambil keuntungan. Jadi InsyaAllah saya rasa spin off ini membawa berkah yang luar biasa sekali,’’tuturnya.

Dengan begitu, kata dia, BPD dan perekonomian Indonesia khususnya para perbankan dan OJK bisa lebih tenang karena modal BPD tambah kuat. Sebab, sampai sekarang ini BPD masih mengalami kesulitan.

‘’Berkah besar sekali untuk rakyat Indonesia, karena perbankan di Indonesia akan dikuasai oleh kita. Kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,’’ ujar dia.

Sementara itu Ketua DSN MUI KH Hasanuddin Maulana mengatakan Workshop Pra-Ijtima Sanawi DSN MUI yang berlangsung hingga 28 September, dimaksudkan sebagai forum tahunan untuk mensosialisasikan Fatwa DSN-MUI dan regulasi terbaru terkait keuangan dan bisnis syariah, disamping untuk membahas berbagai persoalan-persoalan yang sering muncul dalam pengawasan syariah oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Kiai Hasan menyampaikan, Ijtima Sanawi (pertemuan tahunan) merupakan forum tahunan DSN MUI untuk mensosialisasikan fatwa maupun regulasi terbaru terkait keuangan dan bisnis syariah. Forum ini juga menjadi ajang pembahasan persoalan pengawasan syariah yang kerap muncul oleh DPS.

Karena itu, selain sosialisasi fatwa, kegiatan ini juga menjadi sosialisasi peraturan OJK, BI, maupun otoritas keuangan lain di Indonesia. Salah satu yang terbilang baru, karena menyangkut bisnis syariah, Kementerian Perdagangan juga akan mensosialisasikan peraturannya dalam forum ini.

Beberapa regulasi OJK yang akan disosialisasikan dalam forum ini antara lain tentang Batas Maksimum Penyaluran Dana, Penyaluran Dana Besar bagi Bank Umum Syariah, dan Layanan Keuangan tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Ada pula tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP), Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum dan Bank Umum Syariah.

Kiai Hasan menambahkan, ijtima ulama kali ini menjadi khas karena mengangkat beberapa kasus riil yang dihadapi DPS saat melakukan pengawasan syariah. Beberapa kasus tersebut antara lain Pengendapan Nominal Tertentu dari Pembiayaan Murabahah, Murabahah Payroll, Kewajiban Spin Off Unit Usaha Syariah (UUS), Pembatalan Mudharabah dan Musyara Pembiayaan Kelompok dengan Skema Tanggung Renteng, Pembiayaan Haji, Spin off dalam Asuransi, Badan Hukum Dana Tabarru’, Implementasi Akad Wakalah Bil Ististmar dalam Penerbitan Sukuk, Model Implementasi Sukuk Wakaf, Problematika Restrukturisasi Sukuk juga tidak luput dari pembahasan pra ijtima sanawi DSN MUI kali ini.

“Melalui Pra Ijtima Sanawi ini, kami berharap fatwa DSN MUI dapat diketahui dan dipahami sehingga menjadi dasar bagi DPS untuk melakukan pengawasan di bidangnya masing-masing,” kata dia.[ros]


Komentar Pembaca
Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

KesehatanKamis, 24 November 2022 | 09:10

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

IslamtainmentKamis, 24 November 2022 | 06:40

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Kabar Tanah SuciKamis, 24 November 2022 | 13:40

Anne Ratna Mustika Sebut Dedi Mulyadi Masih Punya Hutang Miliaran
Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Kabar Tanah SuciMinggu, 27 November 2022 | 19:43

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

POLKAMSelasa, 29 November 2022 | 23:50

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

NasionalSelasa, 29 November 2022 | 23:30

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

KajianSelasa, 29 November 2022 | 23:10

Hilman Latief: Penggunaan Nilai Manfaat Dana Haji Perlu Diproporsionalkan
Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Ekonomi SyariahSelasa, 29 November 2022 | 22:26