Jadi Tersangka Suap Perkara MA, Inilah Profil Sudrajad Dimyati

Hukum  JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 20:30 WIB

Jadi Tersangka Suap Perkara MA, Inilah Profil Sudrajad Dimyati

foto/net

Dunia peradilan di Indonesia benar-benar tercoreng, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka pada Jumat (23/9/2022). Ini baru pertama kali terjadi, dan tentu apa yang dilakukan KPK ini patut mendapat apresiasi dan tercatat dalam sejarah.

Sudrajad Dimyati ditetapkan menjadi tersangka pada kasus dugaan suap serta pungutan liar terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). 

Lalu seperti apa sosok Hakim Agung Sudrajad Dimyati? Dikutip dari laman resmi Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi), Sudrajad Dimyati lahir di Yogyakarta pada 27 Oktober 1957. 

Pria berusia 64 tahun itu, adalah lulusan SMAN 3 Yogyakarta. Dia melanjutkan pendidikan S1 Hukum Tata Negara dan S2 Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Sudrajad Dimyati menjadi Hakim Agung pada tahun 2014 setelah lolos fit and proper test di Komisi III DPR. 

Sebelum menjadi Hakim Agung, Sudrajad Dimyati pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri pada 2001-2003. Lalu pada 2008, Sudrajad pernah menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Lalu, ditugaskan menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Maluku pada 2012. 

Sudrajad kemudian dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Maluku. Setahun kemudian, Sudrajad Dimyati ditunjuk menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat dan menjadi wakil ketua.

Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya. 

"Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang cukup, maka penyidik menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka sebagai berikut: Pertama, ST hakim agung pada MA RI; kedua ETP hakim yudisial/panitera pengganti pada MA," kata Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Sudrajad pun langsung menyerahkan dan tiba di Gedung KPK, di Kuningan Jakarta Selatan sekitar pukul 10.30 WIB. Dia datang didampingi empat orang lainnya, tanpa memberikan keterangan ke awak media.

Kesembilan tersangka lainnya adalah Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), Desy Yustria (DY) selaku PNS pada Kepaniteraan MA, Muhajir Habibie (MH) selaku PNS pada Kepaniteraan MA, Kemudian dua PNS MA bernama Redi (RD) dan Albasri (AB), lalu dua pengacara bernama Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES), serta dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Namun dari 10 tersangka, KPK baru menahan enam orang pada Jumat (23/9/2022). Sementara empat tersangka lainnya, yakni Hakim Agung Sudrajad, Redi, Ivan, dan Heryanto belum ditahan. [mt]


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55