Tegas Usut Kasus Pembunuhan Brigadir J, Tokoh NU & Muhammadiyah Apresiasi Kapolri

Hukum  SELASA, 13 SEPTEMBER 2022 | 17:30 WIB

Tegas Usut Kasus Pembunuhan Brigadir J, Tokoh NU & Muhammadiyah Apresiasi Kapolri

foto/net

Dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan yang tegas untuk terus mengusut peristiwa tersebut hingga tuntas secara transparan. 

Ketegasan Kapolri itu pun mendapat respon positif dan juga apresiasi dari berbagai kalangan, di antaranya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 

Diketahui, Brigadir J tewas dibunuh di rumah dinas mantan Kadivpropam Polri, Irjen Ferdy Sambo, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) lalu. 

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH As'ad Said Ali mendorong kasus itu ditangani secepatnya, demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Tokoh Nu tersebut menilai pemecatan sejumlah perwira Polri yang terlibat melalui sidang etik harus diapresiasi. 

"Kami menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Kapolri dalam menghadapi masalah ini, khususnya pemecatan dan penonaktifan beberapa oknum yang terlibat," ujar KH As'ad melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/9/2022). 

Mantan wakil ketua umum PBNU itu menilai, penegakan hukum terhadap semua oknum yang terlibat di kasus pembunuhan Brigadir J bisa menjadi langkah awal bersih-bersih di internal Polri. 

Hal tersebut menurut Kiai As'ad, harus dilakukan demi mengangkat maruah Polri dan mengembalikan citra positif aparat penegak hukum di mata masyarakat. 

"Saya mendorong Polri untuk membersihkan oknum-oknum yang tak profesional dan tidak bekerja lurus, agar citra polisi kembali bersih dan positif seperti sediakala," tambah KH As'ad.

Sementara itu, Sekretaris PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti mengatakan, bahwa ulama dan warga Muhammadiyah, mendukung Polri menangani kasus kematian Yosua secara profesional dan transparan. 

Guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, juga mengapresiasi langkah Kapolri membentuk Tim Khusus (Timsus) yang sigap dalam menindak para pelaku maupun oknum perwira Polri yang terlibat. 

"Mengapresiasi langkah-langkah berani yang telah dilakukan oleh Kapolri dalam menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan Brigadir J," kata KH Abdul Mu'ti dalam keterangan persnya, Senin (12/9/2022). 

Dia pun meminta Kapolri menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu, meskipun mereka adalah figur-figur besar di kepolisian.

"Kami juga mendesak kepada seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas siapa pun, termasuk jika melibatkan figur-figur besar di lingkungan Polri," ujar Abdul Mu'ti. 

Timsus Polri telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, yakni Bharada E, Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Putri Candrawathi, dan Kuat Maruf. [mt]


Komentar Pembaca
Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

KesehatanKamis, 24 November 2022 | 09:10

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

IslamtainmentKamis, 24 November 2022 | 06:40

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Kabar Tanah SuciKamis, 24 November 2022 | 13:40

Anne Ratna Mustika Sebut Dedi Mulyadi Masih Punya Hutang Miliaran
Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Kabar Tanah SuciMinggu, 27 November 2022 | 19:43

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

POLKAMSelasa, 29 November 2022 | 23:50

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

NasionalSelasa, 29 November 2022 | 23:30

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

KajianSelasa, 29 November 2022 | 23:10

Hilman Latief: Penggunaan Nilai Manfaat Dana Haji Perlu Diproporsionalkan
Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Ekonomi SyariahSelasa, 29 November 2022 | 22:26