Jenderal Dudung: Perlu Diwaspadai Penyebar KSAD-Panglima Tidak Akur

POLKAM  KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 11:17 WIB

 Jenderal Dudung: Perlu Diwaspadai Penyebar KSAD-Panglima Tidak Akur

Setelah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan bantahan, kini giliran Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menegaskan, tidak ada disharmoni antara dirinya dan Panglima TNI. Kalau ada perbedaan, itu hal biasa.

Dikabarkan, begitu ketidahadirannya di Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi I DPR RI dipersoalkan, Jenderal Dudung langsung menelepon Ketua Komisi I DPR RI Meutia Hafidh. Bahwa dirinya tidak hadir karena ada agenda kerja di Provinsi Lampung. Bukan karena tidak akur dengan Panglima TNI.

Penegasan terbaru dikeluarkan Jenderal Dudung Abdurrachman kemarin, Rabu (7/92022) pada Bincang-bincang Kebangsaan di Mabes Angkatan Darat, Jakarta.

"TNI tetap berjalan solid. Kalau ada perbedaan itu biasa. Dalam satu organisasi itu biasa. Saya dengan Wakasad, Kasdam dan Pangdam ada perbedaan, pejabat lama dan pejabat baru ada perbedaan kebijakan itu biasa. Jangan dibesar-besarkan," tandas Jenderal Dudung.

Ia menegaskan, pihak-pihak yang kerap menghembuskan kabar KSAD dan Panglima TNI tidak akur, adalah orang-orang yang suka memecah belah bangsa.

"Nah itu lah orang-orang yang harus kita waspadai, ancaman-ancaman internal yang suka mengganggu kesatuan dan persatuan Bangsa itu model begitu tuh," kata dia.

KSAD menegaskan, hingga saat ini tidak ada ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan Jenderal Andika Perkasa. Dirinya sering berkirim pesan singkat dengan Panglima TNI.

"Beliau ada kesibukan kan mau keluar negeri. Saya juga belum kesempatan bertemu, tapi saya sudah sms-an. Tidak ada masalah. TNI solid," tegasnya.

Kabar itu bermula ketika Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mengungkap, ada sejumlah bukti disharmoni antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman. Menurutnya, disharmoni antara Andika dan Dudung ini merisaukan dan sudah lama keduanya berbeda pandangan.

"Catatan yang kita peroleh verifikasi dan konfirmasi ke sumbernya memang cukup banyak merisaukan disharmoni Panglima dan Kasad khususnya ya ini kan enggak bisa dibiarkan," ujar Effendi kepada wartawan pada Selasa (6/9/2022).[ros]


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55