Putin: Perang Ukraina Bikin Rusia Makin Kuat

Internasional  KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 07:30 WIB

Putin: Perang Ukraina Bikin Rusia Makin Kuat

Kalau ada yang meramalkan bahwa Rusia tengah kewalahan karena Perang Ukraina berkepanjangan, ramalan itu terbukti salah. Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (7/9/2022), mengatakan negaranya sama sekali tidak merugi dari operasi militernya di Ukraina. Operasi militer itu telah memperkuat kedaulatan Rusia.

Berbicara pada sebuah forum ekonomi, Putin mengatakan semua tindakan Rusia “diarahkan untuk membantu rakyat Donbas.”

“Ini pada akhirnya akan mengarah pada penguatan negara kami dari dalam dan untuk kebijakan luar negerinya,” kata Putin dilansir dari VOA, Kamis (8/9/2022).

Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari. Dan setelah meninggalkan gerak majunya ke ibu kota Ukraina, Kyiv, Rusia kemudian memfokuskan upaya militernya di kawasan Donbas, Ukraina Timur, di mana mereka yang pro-Rusia telah bertempur melawan pasukan Ukraina sejak 2014.

Putin juga mengkritik kesepakatan yang diperantarai PBB dan Turki yang memulai kembali pengiriman biji-bijian Ukraina di tengah-tengah krisis pangan global. Ia mengatakan ekspor itu tidak akan sampai ke negara-negara termiskin di dunia.

Pusat Koordinasi Gabungan yang mengawasi penerapan kesepakatan itu mengatakan bahwa hingga Selasa, lebih dari 2,2 metrik ton biji-bijian dan bahan pangan lainnya telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Ukraina di dalam sekitar 100 kapal. Tujuan kapal-kapal itu mencakup Italia, Turki, Iran, China, Romania, Djibouti, Jerman dan Lebanon.

Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengatakan kepada Reuters bahwa komentar Rusia mengenai kesepakatan itu “tidak terduga” dan “tidak berdasar.”

Sementara itu Kementerian Pertahanan Inggris pada Rabu pagi mengatakan bahwa dalam periode 24 jam sebelumnya terjadi pertempuran hebat di Donbas, di dekat Kharkiv di Ukraina Utara dan di Kherson Oblast di Ukraina Selatan.

“Beberapa ancaman serentak yang menyebar sejauh 500 km akan menguji kemampuan Rusia untuk mengoordinasikan desain operasional dan merealokasikan sumber daya ke berbagai kelompok kekuatan,” kata kementerian itu.

“Sebelum perang, kegagalan Rusia melakukan ini adalah salah satu alasan yang mendasari kinerja buruk militer.”

Intelijen Amerika Serikat menyimpulkan Moskow telah membeli amunisi artileri dari Korea Utara, demikian laporan yang dirilis oleh New York Times, menyusul laporan yang menyebutkan bahwa militer Rusia juga telah mulai menggunakan drone buatan Iran.

Pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Times bahwa pembelian itu menunjukkan bahwa sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh pihak Barat terhadap Rusia mulai menggigit dan mengurangi kemampuan negara itu untuk mempertahankan invasinya ke Ukraina, yang Moskow sebut sebagai “operasi militer khusus.”

Laporan New York Times pada Senin (5/9) menyebutkan bahwa intelijen yang baru-baru ini dideklasifikasi itu tidak merinci apa saja yang dibeli, selain bahwa barang yang dibeli termasuk peluru artileri dan roket. Rusia diperkirakan akan membeli lebih banyak peralatan seperti itu, Times melaporkan.

Bulan lalu, seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa pesawat nirawak buatan Iran yang dibeli Rusia telah mengalami “banyak kegagalan.” Pejabat itu mengatakan Rusia kemungkinan besar berencana untuk mengakuisisi ratusan kendaraan udara tak berawak (unmanned aerial vehicles/UAV) Mohajer-6 dan seri Shahed.

Ukraina baru-baru ini melancarkan serangan balasan di beberapa lokasi, termasuk di sekitar Kherson, yang diduduki Rusia sejak awal invasi. Dalam mempersiapkan serangan itu, pasukan Ukraina menyerang daerah pasokan Rusia, termasuk yang berisi artileri dan amunisi.

Para pejabat mengatakan, sanksi Barat membatasi kemampuan Rusia untuk mengganti kendaraan dan senjata yang dihancurkan di Ukraina. [ros]


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55