Meski Sudah Dipatenkan, Kata Open Mic Tetap Bisa Dipakai Semua Orang

Sosial  JUMAT, 02 SEPTEMBER 2022 | 16:02 WIB | Rahmad Romli

Meski Sudah Dipatenkan, Kata Open Mic Tetap Bisa Dipakai Semua Orang

Beberapa waktu lalu, beberapa Komika Indonesia sempat bingung dan resah setelah mengetahui kalau kata Open Mic ternyata telah didaftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (Haki) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 2013 lalu. Akibatnya banyak Komika yang mendapat surat Somasi karena menggunakan kata tersebut.

Menanggapi polemik dan kesimpangsiuran itu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akhirnya buka suara sekaligus menegaskan kalau kata-kata Open Mic masih  tetap bisa digunakan oleh siapapun serta tidak perlu takut dengan somasi.

Untuk diketahui, kata-kata Open Mic Indonesia ini  telah didaftarkan Ramon Papana sebagai hak kekayaan intelektual.

"DJKI akan menunggu proses peradilan," kata Koordinator Pemeriksaan Merek DJKI Kemenkumham Agung Indriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Sebagaimana diketahui, pada 25 Agustus 2022, sejumlah komika dari Komunitas Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia melayangkan gugatan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Gugatan tersebut berisi permintaan pembatalan atas pendaftaran merek Open Mic Indonesia yang didaftarkan oleh Ramon Papana selaku tergugat.

Para komika tersebut mengaku kecewa atas pendaftaran merek Open Mic Indonesia karena dianggap menggunakan kata-kata umum yang seharusnya menjadi milik publik. Terlebih, ada pihak dari komika yang disomasi karena menggunakan istilah tersebut.

Agung mengatakan, sebagai regulator dalam bidang kekayaan intelektual, DJKI Kemenkumham akan berpartisipasi dalam proses dan tunduk pada hasil peradilan.

Apabila keputusan pengadilan membatalkan pendaftaran merek, maka DJKI Kemenkumham akan menghapus dari daftar umum dan mencoret merek tersebut. Namun, jika putusan tetap didaftarkan maka DJKI akan menghormati dan merek itu akan terus terdaftar.

Dia menjelaskan permohonan merek Open Mic Indonesia dengan Nomor Permohonan J002013025009 diterima dengan pertimbangan secara keseluruhan merek memiliki daya pembeda.

"Jika hanya diajukan merek dengan kata Open Mic, kemungkinan besar tidak dapat diterima karena berkaitan dengan jenis barang umum," jelasnya.

Namun, kata "Open Mic" diikuti dengan "Indonesia" dan ada kombinasi unsur lukisan (logo). Hal itulah yang secara keseluruhan jadi pembeda, tambahnya.

Seharusnya, menurut Agung, para komika tidak perlu takut jika disomasi karena menggunakan kata "Open Mic" selama tidak mengikuti secara persis merek "Open Mic Indonesia" dengan logo yang telah terdaftar.

"Perlu digarisbawahi dan diluruskan, yang diberikan pelindungan oleh negara adalah kata 'Open Mic Indonesia' dengan kombinasi unsur logo dan lukisan tersebut; bukan kata 'Open Mic' saja," ujarnya.

Berdasarkan Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis Nomor 20 Tahun 2016, permohonan merek menggunakan kata-kata umum tidak diperbolehkan. Adapun kata umum terbagi dalam tiga kategori yaitu kata yang bersifat generik, deskriptif, dan tanda yang digunakan secara publik.

Sempat Bikin Resah

Penggunaan kata-kata Open Mic ini sempat membikin resah bahkan bikin sulit tidur. Seperti dikatakan Komika Mo Sidik yangt ernah mendapat somasi dan diminta membayar Rp1 miliar setelah menggelar acara komedi.

Somasi tersebut dilayangkan oleh orang yang mengaku sebagai pemilik hak paten istilah Open Mic.

Diketahui, open mic merupakan istilah yang kerap digunakan komika saat membawakan lawakannya. Istilah dikabarkan telah didaftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (Haki) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 2013 lalu.

 “Saya pernah disomasi tahun 2019,” ungkap Mo Sidik, Kamis (25/8/2022), seperti diberitakan Warta Kota.

Somasi tersebut datang setelah Mo Sidik membuka acara komedi bernama Ketawa Komedi Club di kawasan Antasari, Jakarta Selatan.

Dalam somasi tersebut, dia diminta untuk membayar Rp1 miliar. Melihatnya, Mo mengaku kaget. Pasalnya, dia menganggap bahwa open mic adalah nama yang biasa dipakai di panggung stand up comedy.

Somasi tersebut memuatnya sampai bingung dan tak bisa tidur nyenyak sampai tiga pekan.

“Tiga mingguan saya nggak bisa tidur nyenyak, mau ngapain aja susah,” kata dia.

Tak hanya Mo Sidik, para komika yang lain ikut menjerit. Ada kafe yang harus membayar Rp250 juta gegara menggelar acara open mic.

Atas hal itu, para komika Indonesia, termasuk Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, hingga Adjis Doaibu pun melayangkan gugatan untuk membatalkan hak paten open mic.

Gugatan ini dilayangkan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis.

Kuasa hukum para komika, Panji Prasetyo berharap gugatan ini dapat mengembalikan istilah open mic ke publik dan tidak diprivatisasi sebagai merek dagang.

“Kami ingin merek open mic menjadi milik publik,” kata Panji. [rhd/***]


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55