Selasa Depan, 5000 Buruh Geruduk Gedung DPR

POLKAM  SELASA, 30 AGUSTUS 2022 | 14:23 WIB

Selasa Depan, 5000 Buruh Geruduk Gedung DPR

MoeslimChoice.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, para buruh di 34 provinsi di Indonesia menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan solar.

Menurut Said, penolakan buruh terhadap kenaikan harga Pertalite dan Solar tersebut akan disampaikan dengan demonstrasi besar-besaran  pada Selasa (6/9/2022) di 34 provinsi. Sebanyak 5000 buruh akan demo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Sementara ribuan buruh di masing-masing daerah akan berunjuk rasa di kantor-kantor gubernur mereka. Secara umum, 34 provinsi akan lakukan unjuk rasa," katanya.

Ia merinci bahwa selain di Jakarta, aksi unjuk rasa menolak harga BBM subsidi juga akan dilakukan di Sumatera, Aceh, Batam, Lampung, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, hingga Papua.

Said memaparkan terdapat empat alasan buruh melakukan menolak kenaikan harga BBM. Pertama, kenaikan harga BBM akan membuat daya beli masyarakat turun.

"Kenaikan harga BBM yang disebut-sebut 30 persen khususnya pertalite menjadi Rp10 ribu akan mengakibatkan daya beli buruh dan masyarakat kecil turun drastis," tutur Said.

Menurut dia, upah buruh tidak naik dalam tiga tahun terakhir. Hal itu telah membuat daya beli buruh turun 30 persen.

Jika harga BBM naik, KSPI memproyeksi daya beli masyarakat turun hingga 50 persen. Dengan kata lain, hidup buruh akan semakin susah ke depannya.

Kedua, buruh meminta pemerintah jangan membandingkan harga BBM dengan negara lain yang memiliki pendapatan per kapita lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Ketiga, buruh menuntut pemerintah mengecek lagi berapa sebenarnya pemakai pertalite dan solar subsidi selama ini. Sebab, berdasarkan survei KSPI, pengguna pertalite adalah masyarakat kelas menengah bawah.

"Berdasarkan litbang KSPI, pengguna BBM pertalite adalah kelas menengah bawah, sepeda motor dan angkutan umum itu 120 juta. Jadi bagaimana mungkin dikatakan BBM subsidi banyak tidak tepat sasaran," ujar Said.

Keempat, ongkos transportasi umum berpotensi meningkat hingga 40 persen jika harga pertalite dan solar naik. Hal itu akan berdampak pada nelayan, petani, dan kelas menengah bawah.

Said menambahkan buruh juga menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan menuntut kenaikan upah buruh sebesar 10 persen sampai 13 persen dalam aksi unjuk rasa awal bulan depan.

"Ada tiga isu yang akan diangkat dalam aksi pada 6 September serempak di 34 provinsi," kata dia.[ros]

 


Komentar Pembaca