Tujuan Indonesia Merdeka

oleh Prof Haedar Nashir

Opini  JUMAT, 19 AGUSTUS 2022 | 09:30 WIB

Tujuan Indonesia Merdeka

INDONESIA merdeka dari cengkeraman penjajah 77 tahun yang silam.  Kemerdekaan yang sangat mahal itu terwujud atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur seluruh rakyat Indonesia supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas.

Kini yang diperlukan agar pemerintah dan seluruh komponen rakyat Indonesia secara bersama-sama terus berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan itu di dunia nyata sekaligus menjadikan negeri ini makin bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Jika di zaman penjajahan bangsa Indonesia dibelenggu hak-hak dasar kehidupannya maka saat ini rantai pembelengguan itu harus benar-benar hilang dalam seluruh kehidupan berbangsa-bernegara.

Segenap rakyat Indonesia harus merasakan benar-benar hidup aman, tenteram, damai, dan bebas dalam memenuhi hajat hidupnya. Sebaliknya tidak ada hal apapun yang membuat rakyat takut dan terhalangi kebebasannya secara bertanggungjawab. Tidak lagi ada hak-hak rakyat yang terampas, terabaikan, dan termanipulasi  oleh apapun dan siapapun. Rakyat tidak menjadi objek penderita dari kekuatan apapun dalam segala lapangan kehidupan. Rakyat benar-benar dapat menikmati kehidupan yang leluasa tanpa pengekangan dan ketakutan. Hukum dan kekuasaan tidak disalahgunakan yang membuat rakyat tidak dapat menikmati kehidupan secara layak dan bermartabat.

Segala kebijakan negara benar-benar dapat melindungi hak-hak dasar dan ekositem kehidupan rakyat serta tidak boleh merugikan rakyat  sebagai pemilik utama Indonesia. Tentu semuanya harus dibarengi oleh sikap hidup rakyat yang  berkeadaban mulia, cerdas, berilmu, taat hukum,  dan bertanggungajawab dalam berbangsa-bernegara sebagaimana layaknya bangsa merdeka yang dewasa dan bermarwah utama.

Indonesia merdeka juga hadir untuk menyatukan negeri dan bangsa ini agar tidak tercerai berai dan menjadi korban adu domba sebagaimana dulu dilakukan penjajah dengan politik devide et impera. Seluruh pejuang, pendiri, dan komponen rakyat telah berjuang agar Indonesia menjadi bangsa dan negara yang benar-benar bersatu dalam jiwa Persatuan Indonesia dalam sila ketiga Pancasila.

Atas faktor apapun tidak boleh Indonesia menjadi tercerai-berai yang membuat negeri dan bangsa ini runtuh. Kebhinekaan  agama, suku, ras, golongan, pilihan politik, dan lain-lain niscaya mengikat persatuan serta tidak menjadi benih perpecahan. Merayakan kebhinekaan harus satu paket dengan merayakan persatuan. Masalah-masalah  bangsa seberat apapun dapat dipecahkan bersama secara musyawarah mufakat berlandaskan jiwa gotongroyong dan Bhinneka Tunggal Ika.

Seluruh pihak dalam menghadapi masalah kebangsaan mengedepankan titik temu dan solusi serta tidak saling menghujat, menebar prasangka, dan saling menegasikan. Isu tentang radikalisme-ekstrimisme dan intoleransi dapat dikonstruksi secara lebih cerdas, objektif, dan bijaksana serta tidak makin membelah rakyat secara saling berhadapan, yang justru dapat mengoyak Persatuan Indonesia.

Pemerintah Indonesia benar-benar menjadi milik seluruh rakyat Indonesia yang bersifat mengayomi, membimbing, melindungi, dan memberi arah dalam kehidupan yang benar dalam berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan berbangsa-bernegara, Pancasila dengan lima silanya benar-benar menjadi pondasi nilai utama yang dipraktikkan secara nyata dan bertemali dengan agama dan kebudayan luhur yang hidup dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia niscaya makin merasakan hidup yang  benar-benar adil dan makmur secara nyata dan lebih baik sebagai bukti merdeka.

Bersamaan dengan itu Indonesia sebagai negara-bangsa makin tegak berdaulat dari segala bentuk intervensi dan hegemoni di dalam maupun luar negeri layaknya negara dan bangsa yang sepenuhnya merdeka. Elite dan rakyat benar-benar bersatu mewujudkan tujuan nasional yang telah diletakkan oleh para pendiri negara 77 tahun silam yang menjadi alasan utama untuk apa Indonesia merdeka![*]

dilansir dari laman Muhammadiyah.or.id, Jumat (19/8/2022)

 


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55

PC Sering Pergi dengan Brigadir J, Sambo Selalu Pulang Malam
Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Kabar Tanah SuciMinggu, 27 November 2022 | 19:43

Anne Ratna Mustika Sebut Dedi Mulyadi Masih Punya Hutang Miliaran
Lho... Komaruddin Tidak Ingin Ferdy Sambo Dihukum Mat

Lho... Komaruddin Tidak Ingin Ferdy Sambo Dihukum Mat

HukumMinggu, 27 November 2022 | 12:05

 Mauna Loa, Gunung Api Terbesar di Dunia Meletus

Mauna Loa, Gunung Api Terbesar di Dunia Meletus

InternasionalKamis, 01 Desember 2022 | 12:50

Menguatkan Dua Sisi Iman

Menguatkan Dua Sisi Iman

KajianJumat, 02 Desember 2022 | 19:00

OJK: Jaminan Kesejahteraan Masyarakat di Perbankan Syariah Lebih Baik

OJK: Jaminan Kesejahteraan Masyarakat di Perbankan Syariah Lebih Baik

Ekonomi SyariahJumat, 02 Desember 2022 | 18:30

Ditolak RS Inggris, Bocah Muslim Meninggal 10 Hari Kemudian

Ditolak RS Inggris, Bocah Muslim Meninggal 10 Hari Kemudian

InternasionalJumat, 02 Desember 2022 | 18:00

Innalillahi..Mantan Menteri ATR Meninggal di Basement Hotel Bidakara
Laksamana Yudo: 1991 Saya Sudah Bersatu dan Solid dengan Polri