Rasisme Kemanusiaan; Ukraina Proritas, Tigray Diabaikan

Internasional  JUMAT, 19 AGUSTUS 2022 | 07:30 WIB

 Rasisme Kemanusiaan; Ukraina Proritas, Tigray Diabaikan

Negara-negara di berbagai belahan dunia menunjukkan kepedulian sangat besar pada penderitaan warga Ukraina karena invasi Rusia. Namun mereka menutup mata terhadap penderitaan rakyat di Tigray akibat perang Ethiopia.

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO/Organisasi Kesehatan Dunia) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, rasisme yang berada di balik kurangnya perhatian internasional pada penderitaan warga sipil di wilayah Tigray, Ethiopia itu.

Ia menyebutnya sebagai "krisis kemanusiaan terburuk di dunia", dengan 6 juta orang tidak dapat mengakses layanan dasar, Tedros mempertanyakan secara emosional mengapa situasinya tidak mendapatkan perhatian yang sama dengan konflik Ukraina.

"Mungkin karena warna kulit warganya," kata Tedros yang berasal dari Tigray dalam jumpa pers virtual yang dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (18/8/2022).

Pada bulan April tahun ini dalam sebuah pengarahan, dia mempertanyakan apakah "kehidupan hitam dan putih" dalam keadaan darurat di seluruh dunia diberikan perhatian yang sama.

Pertempuran antara pasukan Ethiopia dan Tigrayan telah menewaskan ribuan orang dan ratusan ribu menghadapi kerawanan pangan yang parah, menurut Pusat Pemantauan Pemindahan Internal.

Tahun lalu, krisis membuat rekor dunia untuk perpindahan dalam satu tahun yang menyebabkan lebih dari 5,1 juta perpindahan.

Direktur kedaruratan WHO Mike Ryan juga mengecam kurangnya kekhawatiran tentang kekeringan dan kelaparan yang terjadi di Tanduk Afrika, dan krisis kesehatan berikutnya.

"Sepertinya tidak ada yang peduli tentang apa yang terjadi di Tanduk Afrika," kata Ryan, berbicara pada konferensi pers virtual pada Rabu.

WHO menyerukan $123,7 juta untuk mengatasi masalah kesehatan akibat meningkatnya kekurangan gizi di wilayah tersebut, di mana sekitar 200 juta orang hidup dan jutaan orang kelaparan.[ros]

 


Komentar Pembaca