Mengenal Rebo Wekasan dan Tujuannya

Kajian  KAMIS, 18 AGUSTUS 2022 | 11:40 WIB

Mengenal Rebo Wekasan dan Tujuannya

net

Biasanya setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam, diadakan tradisi atau ritual Rebo Wekasan. Lalu, apa itu Rebo Wekasan? Apa tujuannya? 

Kegiatan yang dilakukan dalam ritual Rebo Wekasan di antaranya adalah tahlilan atau zikir berjemaah, salat sunah untuk tolak bala, hingga berbagi makanan dalam bentuk selamatan.

Pada hari Rebo Wekasan di bulan Safar dipercaya oleh sebagian umat muslim sebagai hari pertama Nabi Muhammad SAW jatuh sakit hingga meninggal dunia. Di berbagai daerah, ritual ini memiliki berbagai pemaknaan dan tata cara pelaksanaannya.

Asal Usul dan Tujuan Ritual Rebo Wekasan

Ternyata, tradisi atau ritual Rebo Wekasan pertama kali diadakan pada masa Wali Songo, di mana banyak ulama yang menyebutkan bahwa pada bulan Safar, Allah SWT menurunkan lebih dari 500 macam penyakit.

Untuk mengantisipasi penyakit dan agar terhindar dari musibah, banyak ulama yang melakukan tirakatan dengan banyak beribadah dan berdoa. Tujuannya adalah agar Allah SWT menjauhkan dari segala penyakit dan malapetaka yang dipercaya diturunkan pada hari Rabu terakhir bulan Safar.

Kemudian hingga saat ini, tradisi tersebut masih dilestarikan oleh sebagian umat muslim di Indonesia dengan sebutan Rebo Wekasan. Sementara itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ritual atau tradisi Rebo Wekasan muncul pada awal abad ke-17 di Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

Ritual Rebo Wekasan di Berbagai Daerah

Di Aceh, tradisi Rebo Wekasan dikenal dengan istilah Makmegang yaitu melakukan ritual di tepi pantai dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh seorang Teungku, lalu diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen warga Aceh.

Sedangkan di Jawa, tradisi Rebo Wekasan biasanya dilakukan oleh masyarakat pesisir pantai dengan caranya masing-masing, seperti di Banten dan Tasikmalaya, tradisi Rebo Wekasan dilakukan dengan melaksanakan salat khusus bersama pada pagi hari di hari Rabu terakhir bulan Safar.

Sedangkan di Bantul, tepatnya di Wonokromo, tradisi Rebo Wekasan ini dilaksanakan dengan membuat lemper raksasa yang dibagikan kepada warga atau orang yang menghadiri acara ini.

Di Banyuwangi, tepatnya di Pantai Waru Doyong, tradisi Rebo Wekasan ini diperingati dengan mengadakan tradisi petik laut, ada pula tradisi Rebo Wekasan di Banyuwangi yang diadakan dengan cara makan nasi yang dibuat secara khusus di tepi jalan.

Di Kalimantan Selatan, tradisi Rebo Wekasan disebut Arba Mustamir, yang diadakan dengan berbagai cara seperti shalat sunnah dan disertai doa tolak bala. Selain itu, ada juga selamatan kampung dengan tidak bepergian jauh, tidak melanggar pantangan, bahkan ada juga mandi Safar untuk membuang sial. [irm]


Komentar Pembaca
Herman Deru Dapat Reward Did Rp10,32 Miliar

Herman Deru Dapat Reward Did Rp10,32 Miliar

Ahad, 02 Oktober 2022 | 09:05

Hukum Kdrt Menurut Islam

Hukum Kdrt Menurut Islam

Jumat, 30 September 2022 | 13:05