Taliban Tambahkan Lebih Banyak Pelajaran Agama ke Universitas Afghanistan

Internasional  SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 23:00 WIB

Taliban Tambahkan Lebih Banyak Pelajaran Agama ke Universitas Afghanistan

foto/net

Mahasiswa Afghanistan diwajibkan mengikuti lebih banyak kelas tentang studi Islam, kata pejabat pendidikan negara itu pada Selasa (16/8/2022), sambil memberikan isyarat bahwa sekolah menengah untuk anak perempuan akan dibuka kembali.

Banyak ulama konservatif Afghanistan di garis keras Islamis Taliban, yang kembali berkuasa setahun lalu, skeptis terhadap pendidikan modern.

"Kami menambahkan lima mata pelajaran agama lagi dari delapan yang sudah ada," kata Abdul Baqi Haqqani, Menteri Pendidikan Tinggi, termasuk di antaranya adalah mata pelajaran sejarah Islam, politik dan pemerintahan.

Jumlah wajib belajar agama akan bertambah dari satu menjadi tiga minggu di universitas negeri.

Dia mengatakan pada konferensi pers, bahwa Taliban tidak akan memerintahkan mata pelajaran apa pun untuk dikeluarkan dari kurikulum saat ini. 

Namun, beberapa universitas telah mengubah studi tentang musik dan patung yang sangat sensitif di bawah interpretasi keras hukum syariah Taliban, dimana beberapa mata pelajaran dihilangkan. 

Para pejabat selama berbulan-bulan bersikeras, bahwa sekolah akan dibuka kembali untuk anak perempuan. Mereka berdalih ditutupnya sekolah perempuan, di antaranya karena masalah teknis dan keuangan sebagai alasan untuk penutupan sekolah tersebut.

Abdulkhaliq Sadiq, seorang pejabat senior di kementerian pendidikan, pada Selasa (16/8/2022) mengatakan, keluarga di daerah pedesaan masih belum yakin akan perlunya menyekolahkan anak perempuan ke sekolah menengah.

Di bawah rezim terakhir Taliban antara 1996 dan 2001, sekolah dasar dan menengah untuk anak perempuan tidak pernah dibuka kembali.

"Kami mencoba untuk membuat kebijakan yang baik dengan berkoordinasi dengan para pemimpin kami, sehingga mereka yang berada di pedesaan juga yakin," katanya.

Sejak merebut kekuasaan pada 15 Agustus tahun lalu, Taliban telah memberlakukan pembatasan keras pada anak perempuan, dan perempuan harus mematuhi visi Islam yang keras secara efektif membuat mereka keluar dari kehidupan publik.

Meskipun perempuan muda masih diizinkan untuk kuliah, banyak yang putus sekolah karena biaya atau karena keluarga mereka takut mereka tampil di depan umum di Afghanistan yang dikuasai Taliban.

Sementara itu, tanpa ijazah sekolah menengah, remaja putri tidak akan dapat mengikuti ujian masuk universitas di masa mendatang.

Komunitas internasional telah menjadikan hak atas pendidikan sebagai syarat utama untuk secara resmi mengakui pemerintah Taliban.

Dan meski berkuasa selama satu tahun, sejauh ini belum ada negara yang mengakui pemerintah Taliban. [mt]


Komentar Pembaca
Herman Deru Dapat Reward Did Rp10,32 Miliar

Herman Deru Dapat Reward Did Rp10,32 Miliar

Ahad, 02 Oktober 2022 | 09:05

Hukum Kdrt Menurut Islam

Hukum Kdrt Menurut Islam

Jumat, 30 September 2022 | 13:05