Santri Pesantren Daar El Qolam Meninggal Usai Berkelahi Sesama Santri

Pendidikan  SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 21:30 WIB | Deman

Santri Pesantren Daar El Qolam Meninggal Usai Berkelahi Sesama Santri

foto/net

Seorang Santri dari Pesantren Daar El-Qolam, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, BD (15) meninggal dunia usai adu jotos dengan sesama rekan santrinya, sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (7/8/202).

Menurut Kapolsek Cisoka, AKP Nur Rokhman, hal itu bermula ketika pelaku berinisial RE mendatangi kamar nomor 6 yang merupakan kamar korban. 

"Tujuannya mau menanyakan Dimas (teman). Tetapi oleh teman korban yang lain, pelaku diberitahu bahwa Dimas sedang mandi, kebetulan Dimas mandi bersama korban. Kemudian pelaku mendorong pintu kamar mandi," kata Nurokhman di Tangerang, Senin (8/8/2022). 

Tak terima pintu kamar mandi didorong oleh pelaku, korban pun marah lantas mengajak duel. 

"Setelah keluar dari kamar mandi, mereka langsung berkelahi, tetapi saat itu sempat dipisahkan oleh teman-teman satu kamar korban," jelasnya.

Usai berkelahi, pelaku kemudian meninggalkan kamar korban. Namun, lanjutnya, kemarahan korban terhadap pelaku masih berlanjut dengan terus berbicara sehingga pelaku tersulut emosi.

"Dan akhirnya pelaku pun balik lagi ke dalam kamar untuk memukul korban. Saat itu korban sedang memakai pakaian, korban dipukul dan ditendang, Pelaku menendang di bagian rahang dan menginjak bagian belakang leher korban," ujarnya.

Melihat korban tak sadarkan diri, saksi kemudian melaporkan ke pengurus Ponpes. Korban pun dibawa ke klinik Gita Farma yang ada di lingkungan Pondok Pesantren. 

Namun, oleh dokter di klinik Ponpes korban dinyatakan meninggal dunia. 

"Jadi sudah dinyatakan meninggal dunia pada saat dibawa ke klinik yang ada di Ponpes, setelah itu baru korban dibawa ke RSUD Balaraja," bebernya 

Mendengar kabar bahwa anaknya mendapatkan tindak kekerasan oleh sesama santri, pihak keluarga menyayangkan kelalaian pihak sekolah dalam mengawasi santrinya.

Kepala Desa Rawa Burung mewakili keluarga korban, Damhuri Boyo mengatakan, bahwa pihak keluarga mendapati informasi anaknya sakit dari teman satu kamar korban pada Minggu (7/8/2022) sore.

Menurut keluarga korban, sangat menyayangkan atas kelalaian pihak sekolah yang tidak mengawasi santri, apalagi saat santri diketahui tidak berada di dalam kelas saat kegiatan belajar mengajar.

"Keluarga menitipkan anak di sekolah favorit untuk mendapatkan hasil terbaik untuk anaknya, malah dapat hal seperti ini, yang pasti sangat kecewa," kata Damhuri dikonfirmasi Senin (8/8/2022).

Pihaknya pun berharap, terduga pelaku berinisial ER (16) mendapatkan hukuman sesuai perundang-undangan yang berlaku di negara ini, serta pihak yayasan pondok pesantren Daar El-Qolam pun dapat mempertanggungjawabkan peristiwa hilangnya nyawa satu orang santrinya.

"Keluarga minta Polisi dapat segera memproses hukum pelaku dan pihak sekolah dimintai pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca