Enam Perempuan Ini Perintis Polisi Wanita Indonesia

Sosial  SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 16:46 WIB | Rahmad Romli

Enam Perempuan Ini Perintis Polisi Wanita Indonesia

Sejarah mencatat, terbentuknya Polisi Wanita (Polwan) Indonesia terjadi pada 1 September 1948 yang ditandai dengan lolosnya enam dari sembilan perempuan dalam penerimaan Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi Sumatera Barat.

Keenam perempuan tangguh itu Mariana Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Soekotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher.

Sayangnya karena situasi Indonesia pada saat itu belum stabil. Pada tanggal 19 Desember 1948 pendidikan inspektur polisi di Bukittinggi ditutup karena agresi militer Belanda II namun keberadaan Polwan terus berlanjut hingga sekarang.

Dulu, sebelum tahun 1948, seluruh anggota Kepolisian Repubulik Indonesia hanya beranggotakan laki-laki saja. Hal ini menimbulkan kendala saat mereka melakukan pemeriksaan terhadap korban atau tersangka bahkan saksi dari perempuan. Terutama yang berkaitan pemeriksaan fisik.

Sehingga tidak jarang para anggota Polisi saat itu meminta istri dan pegawai negeri sipil perempuan untuk melakukan tugas pemeriksaan fisik. Melihat hal tersebut, akhirnya organisasi perempuan dan organisasi perempuan Islam di Bukittinggi mengajukan proposal kepada pemerintah agar perempuan diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian.

Setelah melakukan perekrutan, enam dari sembilan siswa perempuan yang lolos pada tes penerimaan SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi dinyatakan secara resmi sebagai anggota kepolisian wanita pertama yang ada di Indonesia.

Setelah sempat vakum akibat agresi Belanda, pada tanggal 19 Juli 1950, keenam polisi wanita tersebut kembali dipanggil untuk kembali melanjutkan pelatihan mereka di SPN Sukabumi. Di tempat ini mereka belajar tentang ilmu sosial dan pendidikan. Selain itu, mereka juga mempelajari bermacam-macam ilmu bela diri seperti anggar, jiu jitsu, judo, dan pendidikan militer lainnya.

Pada tanggal 1 Mei 1951 setelah selesai menempuh pendidikan SPN (Sekolah Polisi Negara), keenam polisi wanita tersebut mulai bertugas di Djawatan Kepolisian Negara dan Komisariat Poda Metro Jaya.

Dalam tugas selanjutnya, para Polwan ini mendapat berbagai tugas khusus seperti penyidikan, pemberantasan, dan pencegahan kejahatan yang dilakukan oleh atau terhadap wanita dan anak-anak. Selain itu, mereka juga turut membantu polisi umum dalam penyidikan dan pemeriksaan perkara terhadap terdakwa atau saksi perempuan.

Kebedaraan Polwan semakin diperkuat setelah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Mochammad Sanoesi mengesahkan lambang resmi Polwan yang terdiri dari bunga matahari yang menggambarkan sifat kewanitaan pada 29 November 1986.

Dalam lambang itu terdapat tujuh helai dan empat helai bunga melambangkan pedoman hidup Tribata dan pedoman kerja Catur Prasetya Polri. Perisai dan obor yang melambangkan kewajiban dan semangat Polri dalam mengemban tugas sebagai pelindung masyarakat. Serta tiga bintang emas yang berarti Tri Bata atau filosofi hidup Polri.

Kini jumlah Polwan yang hanya berjumlah enam orang di tahun 1948, jumlahnya sekarang sudah mencapai 30.000 orang lebih. Mereka juga kini ditugaskan  diberbagai bidang. [rhd/***]


Komentar Pembaca
Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

Dokter Richard Lee Sebut Skincare Pakai Micin Aman, Asal...

KesehatanKamis, 24 November 2022 | 09:10

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

Ria Ricis Buat Moana Tertawa Terbahak-bahak Dikritik, Kenapa?

IslamtainmentKamis, 24 November 2022 | 06:40

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Makkah Hujan, Sekolah dan Universitas Diliburkan

Kabar Tanah SuciKamis, 24 November 2022 | 13:40

Anne Ratna Mustika Sebut Dedi Mulyadi Masih Punya Hutang Miliaran
Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Makkah dan Madinah akan Diguyur Hujan Deras pada Selasa-Rabu

Kabar Tanah SuciMinggu, 27 November 2022 | 19:43

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

MUI akan Sebarkan Islam Wasathiyah ke Seluruh Dunia

POLKAMSelasa, 29 November 2022 | 23:50

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

Awal Januari, Kemenag Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

NasionalSelasa, 29 November 2022 | 23:30

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

Imam Al-Hasan Al-Bashri Aplikasikan Ihsan dalam Muamalah

KajianSelasa, 29 November 2022 | 23:10

Hilman Latief: Penggunaan Nilai Manfaat Dana Haji Perlu Diproporsionalkan
Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Indonesia Ajak Negara-negara OKI Memajukan Industri Halal

Ekonomi SyariahSelasa, 29 November 2022 | 22:26