Bukan Karena Syirik, Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup

Daerah  SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 15:32 WIB

Bukan Karena Syirik, Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup

Perseteruan pelaku pengobatan alternatif Samsudin Jadab yang  biasa disapa Gus Samsudin di Blitar, Jawa Timur, dengan Pesulap Merah Marcel Radhival berbuntut panjang. Bahkan akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menutup Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin.

Dalam penjelasannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawati di Blitar, Selasa (9/8/2022), mengatakan pihaknya resmi menutup tempat pengobatan alternatif Pandepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin. Karena operasional padepokan itu tidak sesuai izin yang dikeluarkan Dinas Kesehatan.   
 
Menurutnya, pencabutan izin dilakukan usai petugas melakukan sejumlah peninjauan secara tertutup di lokasi Padepokan Nur Dzat Sejati di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
 
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, petugas menemukan beberapa kejanggalan di lokasi padepokan. Salah satunya adalah lokasi tempat praktik berbeda dengan izin yang dikeluarkan Dinas Kesehatan pada 2021.

Christine menandaskan, "Lokasinya berbeda dengan izin yang dikeluarkan. Selain itu, ijin praktik yang dikeluarkan adalah izin pijat tradisional. Jadi tidak sesuai, izinnya sudah kita cabut."

Ditegaskan Christine, jika ingin membuka praktiknya kembali, pihak Padepokan Nur Dzat Sejati harus mengajukan izin baru sesuai peruntukan. Kalau mau buka kembali, harus ada izin baru dan sesuai dengan izin yang dikeluarkan.

Pemeriksaan kembali praktik di Padepokan Nur Dzat Sejati ini dilakukan usai praktik Gus Samsudin menuai polemik. Puncaknya, padepokan ini digeruduk massa yang menuntut ditutup karena diduga menggunakan trik sulap yang diungkap oleh "Pesulap Merah" asal Jakarta.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengatakan bahwa pengobatan yang dilakukan di Padepokan Nur Dzat Sejati haram, kalau dalam praktiknya melakukan pemanggilan jin.

Penegasan itu dikemukakan Sekretaris MUI Jawa Timur Solihin pada Jumat pekan lalu, di mana ia menyebutkan, "Ketika melakukan pengobatan, caranya apakah menggunakan media yang diharamkan atau tidak. Kalau melanggar syariat, misal memanggil jin tentunya tidak boleh karena ada unsur syirik."[ros]


Komentar Pembaca
Herman Deru Dapat Reward Did Rp10,32 Miliar

Herman Deru Dapat Reward Did Rp10,32 Miliar

Ahad, 02 Oktober 2022 | 09:05

Hukum Kdrt Menurut Islam

Hukum Kdrt Menurut Islam

Jumat, 30 September 2022 | 13:05