Stephanie Balerina Hijabi yang Bangga dengan Keislamannya

Islamtainment  SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 11:10 WIB

Stephanie Balerina Hijabi yang Bangga dengan Keislamannya

Inilah balerina hijabi pertama di dunia. Remaja belia berusia 14 tahun ini bernama Stephani Kurlow. Remaja Muslim Australia ini semula khawatir beragama Islam, namun kini ia mantap melangkah sebagai seorang balerina muslimah.

Stephanie memeluk Islam bersama saudara-saudaranya, ayah Australia dan ibu kelahiran Rusia pada 2010, dan awalnya ia khawatir agama itu akan menggagalkan mimpinya menari.

“Saya pikir itulah yang mungkin telah menghentikan beberapa Muslim lain untuk mengikuti karir yang mereka inginkan, tetapi saya tahu apa yang saya lakukan adalah benar dan saya akan terus melakukannya,” katanya kepada Sydney Morning herald ketika ditanya apakah dia berpikir Islam melarang menari.

Stephanie berharap untuk mengubah mimpinya menjadi kenyataan dengan mengumpulkan $10.000 untuk berlatih penuh waktu di sekolah balet. Dia juga berharap mendapatkan sertifikasi untuk membuka sekolah seni pertunjukannya sendiri di Sydney.

“Menari itu seperti terbang bagiku. Itu membuat saya merasa bebas,” kata Kurlow kepada situs web Daily News.

Dunia memberikan sambutan luar biasa pada Stephanie. Berbagai surat kabar dan media online memberikan coverage besar-besaran bagi kiprah dan cita-cita mulianya itu. Maklum, di samping berhasil mendobrak tradisi dengan menjadi balerina profesional pertama yang mengenakan jilbab, Stephanie Kurlow merupakan seorang penari balet muda.

Stephanie mulai belajar balet sejak usia 2 tahun dan tampil sebagai penari bersama dengan Teater Riverside hingga 2010. Akan tetapi, hobinya menari balet sempat berhenti pada usia 9 tahun, tepat setelah keluarganya memutuskan masuk Islam.

Ada pandangan bahwa menari adalah tindakan terlarang. Tantangan yang dihadapi Stephani lebih dari itu. Melansir Majalah Pointe, 5 September 2019, Stephanie kesulitan menemukan studio tari yang menerima gadis-gadis Islam di Australia. Akhirnya, dia pun sempat berpikir bahwa mustahil bagi seorang muslimah menjadi balerina.

Stephanie mencoba menggeluti bidang lain seperti seni lukis dan penulisan kreatif. Dia bahkan menerima hadiah pertama dalam kompetisi menulis internasional ketika berusia 11 tahun. Kendati demikian, Stephanie tetap merasa menjadi penari balet adalah panggilan jiwanya. Keresahan itu dirasakan pula oleh ibu Stephanie.

Pada 2012, ibunya membuka akademi sendiri bernama Australian Nasheed & Arts Academy, di mana Stephanie bisa berlatih dengan bebas. Akademi seni itu mengajarkan balet, seni bela diri, dan kelas seni untuk semua orang, tanpa perlu khawatir identitas atau pakaian yang mereka kenakan.

Mimpinya untuk menjadi balerina terus terbangun ketika melihat Zahra Lar'i, skater es perempuan pertama yang berkompetisi dengan menggunakan jilbab. Selain itu, Noor Tagouri, penyiar berita televisi berhijab pertama di Amerika Serikat.

Dia juga terinspirasi oleh Michaela De Pricae dan Misty Copeland, balerina profesional berkulit hitam keturunan Afrika-Amerika pertama. Ada pula penari balet China-Australia Li Cunxin yang terus berusaha meraih mimpinya meski mengalami diskriminasi.

Tokoh-tokoh itulah yang membulatkan tekad untuk tetap menari balet, tanpa perlu melapas identiasnya sebagai seorang muslimah. Kesulitan yang dihadapi Dilansir dari NY News Daily, 2 Februari 2016, balerina berhijab memang awalnya bukan hal lumrah. Stephanie mengakui, saat awal naik ke panggung dengan jilbab, direktur sekolah dan perusahaan terkait nampak terkejut.

Akhirnya, mereka menjadi berpandangan terbuka bahwa penari balet tetap bisa menari sama baiknya dengan atau tanpa jilbab. Stephanie optimis bahwa tindakannya mempertahankan jilbab di pangung ini bisa membuat dunia balerina menjadi ruang yang lebih inklusif.

Prestasi dan impian Stephanie Kurlow Stephanie semakin membuktikan profesionalitasnya, dengan menjadi juara pertama dalam pertunjukan bakat Muslim 2021. Atas kerja keras dan konsistensinya, dia juga dianugerahi Bintang Muda Paling Inspirasional di kompetisi Youth Talent Smash Sydney 2015. [ros]


Komentar Pembaca