Tewaskan Anak-anak, HNW Kutuk Keras Israel yang Kembali Serang Gaza

POLKAM  MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 22:45 WIB

Tewaskan Anak-anak, HNW Kutuk Keras Israel yang Kembali Serang Gaza

foto/net

Israel kembali melakukan serangan terhadap Jalur Gaza dan membiarkan upaya ribuan ekstremis Zionis menyerbu Al-Aqsha. Teror yang dilakukan Israel sejak Jumat (5/8/2022) merupakan pelanggaran berkelanjutan nyata terhadap HAM dan hukum internasional. 

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid pun mengutuk keras apa yang dilakukan Zionis Israel tersebut. Menurutnya, serangan udara yang dilancarkan Israel terakhir, yang mengakibatkan tewasnya 6 anak-anak, 32 warga sipil, dan 215 warga dewasa Palestina yang terluka itu, benar-benar merupakan teror yang kejam. 

"Teror kejam dan tak berperikemanusiaan ini, harusnya direspons dengan tegas dan keras oleh Indonesia dan dunia internasional, agar tidak terus berulang," kata pria yang akrab disapa HNW itu melalui siaran persnya, Minggu (7/8/2022). 

Wakil Ketua Majelis Syura PKS itu menegaskan, serangan Israel ke jalur Gaza menegaskan sifat otoriter dan kolonialis Israel. Sekalipun serangan Israel tak pernah berhenti, tetapi mereka kembali mengeklaim bahwa itu adalah operasi pre-emptive.  

Disinyalir serangan kali ini berkaitan dengan agenda para elit politik di Israel karena dekatnya jadwal Pemilu di sana. 

"Tindakan represif seperti itu, selain merusak demokrasi dan menjauhkan solusi damai di Palestina, juga membuka topeng jahat Israel yang selama ini sebagai satu-satunya negara demokrasi beradab di Timur Tengah," tegas HNW.

Anggota Komisi VIII DPR RI itu mengingatkan beriringan dengan serangan Israel ke Gaza, tindakan sewenang-wenang kelompok ekstremis Zionis yang hendak menyerbu Masjid Al-Aqsha. 

Mereka klaim sebagai hari raya Tisha B'Av, dan oleh aparat Israel sengaja dibiarkan, justru akan memperburuk situasi keamanan di kawasan. 

"Apalagi jelang hari Asyura tanggal 10 Muharram 1444 Hijriah umat Islam di seluruh dunia juga mengisinya dengan puasa dan ibadah, ini tidak hanya menjadi provokasi bagi umat Islam di Palestina, melainkan juga melukai perasaan seluruh umat Islam, dan mencederai umat Kristiani di Palestina," ungkap HNW. 

HNW juga mengingatkan Presiden Jokowi, yang pernah menyampaikan secara terbuka bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina. Sebab, Palestina merupakan satu-satunya negara yang diundang ke Konferensi Asia Afrika di Bandung yang belum merdeka. 

Karena itu, pemerintah Indonesia semakin tegas dan serius melaksanakan komitmen dan peran positifnya, dengan mengupayakan tindakan-tindakan yang lebih konkret bersama lembaga internasional. 

Apalagi Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese secara terbuka juga mengutuk serangan Israel kali ini. Demikian juga Sekretaris Jendral Liga Muslim se-Dunia, Muhammad bin Abdul Karim al-Issa juga mengutuk keras perilaku Israel yang membahayakan masyarakat sipil dan masjid Al Aqsha.

"Seharusnya Pemerintah Indonesia sesuai ketentuan pembukaan UUDNRI 1945, kembali mengambil inisiatif, mengutuk keras, dan menggalang komitmen OKI dan Dewan Keamanan PBB agar mengadakan sidang istimewa untuk menghentikan kejahatan teror dan kolonialisme Israel," pungkas HNW. [mt]


Komentar Pembaca