Sebulan, Sambo Harus Mendekam di Mako Brimob

POLKAM  MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 12:41 WIB

Sebulan, Sambo Harus Mendekam di Mako Brimob

Tidak sebentar. Inspektorat Khusus (Itsus) Polri menempatkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sambo bakal mendekam di sana selama sebulan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyambut baik proses penyelesaian dugaan pelanggarakan etik terhadap mantan Kepala Divisi Profesi dan Keamanan Polri Irjen Ferdy Sambo, dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mengapa? Karena dikatakan Menko Polhkam bahwa penyelesaian dugaan pelanggaran etik itu  akan mempercepat pemeriksaan pidana. Karena itu, ia meminta publik untuk bisa memahami proses ini.

Publik, menurut Menteri Mahfud, tak perlu khawatir. Penyelesaian masalah etika ini malah akan mempermudah pencepatan pemeriksaan pidananya jika memang ada dugaan dan sangkaan tentang itu."

Hal itu dikatakan Menteri Mahfud dalam keterangan tertulis, Minggu (7/8/2022), di mana ia menyebutkan bahwa berdasarkan hukum yang berlaku, pelanggaran etik dan pidana bisa dijalankan secara bersamaan, tanpa harus menunggu proses masing-masing. Mahfud juga menyebut penyelesaian etik dan pidana tidak bisa meniadakan satu sama lain.

"Menurut hukum pelanggaran etik dan pelanggaran pidana itu bisa sama-sama jalan, tidak harus saling menunggu dan tidak bisa saling meniadakan. Artinya, kalau seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan," ujar Mahfud.

Ia menambahkan, "Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar."

Ia mencontohkan kasus yang melibatkan mantan koleganya di Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Dalam kasus Akil, kata Mahfud, ia diberikan sanksi etik berupa pemberhentian dari jabatan tanpa menunggu proses pidana korupsi yang disangkakan.

"Contohnya, dulu kasus Pak Akil Mochtar di MK. Ketika yang bersangkutan ditahan karena sangkaan korupsi setelah di-OTT maka tanpa menunggu selesainya proses pidana pelanggaran etiknya diproses dan dia diberhentikan dulu dari jabatannya sebagai hakim MK melalui sanksi etik. Itu mempermudah pemeriksaan pidana karena dia tidak bisa cawe-cawe di MK," katanya.

"Beberapa lama setelah sanksi etik dijatuhkan barulah dijatuhi hukuman pidana," sambungnya.

Sebelumnya, Mabes Polri memutuskan menempatkan Irjen Ferdy Sambo ke tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
"Ditempatkan di Mako Brimob selama 30 hari berdasarkan info dari Itsus," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulisnya.
 
Penempatan Sambo mengacu Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022. Dedi masih enggan merinci lokasi khusus penempatan Sambo di Mako Brimob tersebut.

Ferdy Sambo diduga melanggar etik terkait pengelolaan tempat kejadian perkara (TKP) penembakan di rumah dinasnya. Sebanyak 10 orang sudah dimintai keterangan terkait dugaan itu.[ros]

 


Komentar Pembaca
Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Suporter Asal Meksiko Menjadi Mualaf

Rabu, 30 November 2022 | 18:10

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Lebih Memilih Al-quran Daripada Hp

Selasa, 29 November 2022 | 18:55