Tahun Baru Islam, KPK Siap Lakukan Perang Badar Lawan Korupsi

BERITA  MINGGU, 31 JULI 2022 | 18:30 WIB

 Tahun Baru Islam, KPK Siap Lakukan Perang Badar Lawan Korupsi

foto/net

Perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriyah sarat akan makna. Salah satunya adalah tentang pentingnya totalitas tekad dan usaha dalam mewujudkan cita-cita perubahan, tak terkecuali dalam perang melawan korupsi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri dalam memaknai datangnya Tahun baru Islam, 1 Muharram 1444 H yang bertepatan dengan tnggal 30 Juli 2022. 

"Keutamaan Bulan Muharram, khususnya teladan Hijrah Nabi Besar Muhammad SAW, menyiratkan pelajaran hidup mengenai perubahan yang selalu menjadi impian dan harapan, yang seyogianya harus disertai dengan usaha dan tekad kuat dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar agar kita menjadi pribadi yang berbudi, sederhana dan jujur menjaga integritas sebagai hamba-Nya," kata Firli Bahuri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/7/2022). 

Lebih lanjut, Firli menambahkan, bahwa hijrah yang bermakna pindah, menjauhi, memutus atau meninggalkan keburukan sangat terkait dengan pelaksanaan amar ma'ruf nahi mungkar. Keduanya, disebut tak dapat dipisahkan karena sama-sama merupakan perintah atau kewajiban dari Allah kepada setiap umat Islam. 

Atas dasar itu pula, melalui momentum peringatan Tahun Baru Hijriyah, Firli Bahuri menandaskan tekad seluruh insan KPK yang makin mantap berjihad melawan korupsi. 

"Sebagai bentuk representasi amar ma'ruf nahi munkar yang telah menjadi ruh dalam setiap detak jantung, hembusan nafas dan langkah kaki, kami segenap insan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), mantap mewakafkan diri dan keluarga dalam perang badar melawan korupsi di Republik ini," tegasnya. 

Firli menyatakan, korupsi bukan sekadar kejahatan yang merugikan keuangan negara. Dampak korupsi, lanjutnya, merusak semua tatanan kehidupan.  Dengan belajar dari negara-negara yang gagal menyejahterakan rakyatnya karena korupsi, Firli tak hanya memahami pekerjaannya sebagai tugas biasa melainkan sebagai jihad yang harus dimenangkan.

"Apalagi melihat besarnya dukungan dan harapan atas impian segenap bangsa di republik ini yang merindukan bumi pertiwi bebas dari kejahatan korupsi, Insya Allah hal ini senantiasa menjadi energi positif terbaharukan bagi kami, dalam menumpas korupsi di NKRI," pungkas Firli. [mt]


Komentar Pembaca