Ke Korsel, Ini yang Dilakukan Menteri PUPR

Internasional  JUMAT, 29 JULI 2022 | 21:20 WIB

Ke Korsel, Ini yang Dilakukan Menteri PUPR

Net

Mencari percontohan atu inspirasi yang akan diterapkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengunjungi empat Smar City (kota cerdas) di Korea Selatan pada Kamis (28/7/2022). 

Peninjauan itu dilakukan Menteri Basuki saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan. Lokasi pertama yang dikunjungi oleh Menteri PUPR adalah Kota Khusus Otonom Sejong dan secara de facto merupakan Ibu Kota Administratif Korsel. 

Diketahui, Kota Sejong dibangun dengan filosofi desentralisasi dan pemerataan pertumbuhan. Kota Sejong mulai dibangun sejak 2007 dan selesai pada 2019 yang disiapkan untuk mengatasi isu kesenjangan pembangunan antarwilayah yang terpusat di Kota Seoul.

Kota Sejong menjadi model baru desentralisasi sesuai dengan era demokrasi untuk meningkatkan standar hidup masyarakat dengan konsep kota cerdas yang mengintegrasikan teknologi pada semua aspek kehidupan.

Setelah itu, Menteri PUPR dalam kunjungan kerjanya juga meninjau Kota Busan yang menjadi proyek percontohan pengembangan kota cerdas di Korsel selain Kota Sejong.

"Filosofi pembangunan Busan Eco Delta Smart City adalah menjadikan sebuah kota global, yang inovatif dan berkembang di mana alam, manusia, dan teknologi bertemu untuk kemajuan masa depan," kata Basuki dalam siaran tertulisnya. 

Wilayah selanjutnya yang dikunjungi adalah pengembangan Kota Hijau Songsan yang merupakan pusat kota baru di wilayah Namyang-eup dan Songsan-myeon di Hwaseong, Gyeonggi-do, Korsel yang ditargetkan selesai pada tahun 2022.

Kota keempat atau terakhir yang dikunjungi adalah Kota Baru Songdo, yang merupakan Distrik Bisnis Internasional di Korsel. Kota tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 600 hektare dari total wilayah seluas 1.500 hektare di sepanjang tepi laut Incheon. 

Songdo menjadi pintu gerbang ke Laut Asia Timur yang dirancang untuk hidup dan bekerja. Songdo mengedepankan konsep kota keseimbangan yang memadukan perpaduan ideal antara hunian, lingkungan budaya, bisnis, ritel, dan rekreasi.

Songdo dirancang sebagai kota ramah pejalan kaki, dengan jalan yang dapat dilalui pejalan kaki, emisi 70 persen lebih rendah, ruang hijau 40 persen, dan kota yang mendorong hidup aktif, demikian pernyataan Kementerian PUPR.

Kementerian PUPR akan memulai pembangunan fisik infrastruktur di IKN, Kalimantan Timur pada tahun 2022 ini. Pembangunan Ibu Kota pengganti Jakarta yang membutuhkan biaya keseluruhan sebesar Rp466 triliun. IKN tersebut ditargetkan selesai pada 2045. [Irm]


Komentar Pembaca