Dideklarasi Maju Pilpres, Susi Pudjiastuti: Kita Tidak Ada Ruang

POLKAM  SENIN, 04 JULI 2022 | 09:30 WIB

Dideklarasi Maju Pilpres, Susi Pudjiastuti: Kita Tidak Ada Ruang

Net

Relawan Komunitas Pendukung Ibu Susi (Kopi Susi) mendeklarasikan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Perwakilan dari komunitas tersebut, Amri, membacakan deklarasi di depan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut. Amri menilai kehadiran Susi Pudjiastuti untuk menangkal polarisasi politik yang tengah dialami Indonesia.

"Kami bertekad mengawal dan menerapkan moral movement yang telah disampaikan Ibu Susi dalam bentuk nyata yaitu jangan ada lagi polarisasi, katakan tidak pada korupsi, tenggelamkan oligarki, Indonesia untuk Indonesia," kata Amri dalam sambutannya di Griya Ardhya Garini, Minggu (3/7/2022).

Amri kemudian mendeklarasikan Susi Pudjiastuti sebagai salah satu pemimpin di masa mendatang. Menurutnya acara hari ini adalah langkah konkret yang bisa relawan berikan.

"Dengan ini mendeklarasikan komunitas Kopi Susi ini sebagai langkah konkret kami dalam mengenalkan sosok Ibu Susi sebagai salah satu alternatif calon pemimpin di masa depan," katanya.

Ketua Panitia Kopi Susi, Virawati, menyebut langkah tersebut didasarkan pada penilaian relawan. Mereka menilai Susi Pudjiastuti sebagai tokoh yang tegas yang tidak suka dengan polarisasi di politik.

"Kita lihat Ibu Susi sosok yang ideal, tegas, satu dengan moral movement yang disampaikan ke kita mulai dari jangan sebarkan kebencian. Oligarki dia nggak suka, polarisasi dia nggak demen. Kotak-kotak dalam dunia politik," imbuhnya.

Vira kemudian menjelaskan awal terbentuknya komunitas pendukung Susi. Dia mengatakan hal itu berawal dari kejenuhan kondisi polarisasi intoleran yang akhirnya menimbulkan konflik di mediasi sosial.

"Dari awal kita sebenarnya mulai dari Twitter @PartaiSocmed, dia mencetuskan untuk mengumpulkan teman-teman yang jenuh dengan kondisi polarisasi intoleran, berantem mulu di media sosial. Ada oligarki yang memang agak-agak, kalau kita diam terus, begini terus Indonesia. Kita membentuk satu grup komunitas Kopi Susi," lanjutnya.

Pihaknya kemudian mengenalkan sosok Susi sebagai salah satu bakal calon presiden di 2024. Vira menilai Susi memiliki kinerja yang baik saat menjabat sebagai menteri.

"Berniat memajukan ibu Susi sebagai calon presiden. Kita coba perkenalkan kembali di masyarakat untuk sosok ibu Susi. Sebagai alternatif gak itu-itu saja. Dari gerakan ibu Susi pas jadi menteri, memandang jauh ke depan untuk Indonesianya sendiri," imbuh dia.

Susi Pudjiastuti kemudian merespons deklarasi dukungan itu. Susi menilai dukungan Kopi Susi bukanlah gerakan politik, melainkan hanya berbentuk dukungan moral semata. Dia menyebut tak ada ruang untuk maju ke Pilpres 2024.

"Untuk saya melihat ini bukan political movement. Karena kalau kita mau political movement, kita nggak ada ruang. Kalau dibilang mereka ini kan partai di dunia maya. Kalau di Pangandaran kita punya partai ikan," kata Susi di Griya Ardhya Garini, Jakarta, Minggu (3/7).

Pengusungan partai politik menurut dia ada ketentuan dan tata caranya. Tak bisa asal dicalonkan tanpa mengindahkan sistem yang sudah berjalan.

"2024 ini maksud calon kan capres-cawapres. Indonesia kan sudah terbentuk sistem. Sudah terbentuk aturan Undang-Undang dan cara. Semua tertulis, Undang-Undang ada juknisnya, ada pelaksanaan, semua ada lembaganya, sudah tertata," lanjut Susi.

Susi menyebut dirinya belum memenuhi ketentuan yang berlaku untuk diusung menjadi calon presiden. Pertama lantaran belum memiliki partai pengusung.

"There is no room untuk orang seperti saya. Kalau orang politik bilang free riders untuk masuk ke dalam sistem ini untuk menjadi salah satu calon, kan tidak mungkin. Harus yang dicalonkan oleh partai. Yang kedua, partainya pun harus punya 20 persen suara. Berarti kalau dia 1 tidak kuat, harus koalisi," ujarnya.

Saat ditanya mengenai ketegasannya, Susi pun menjawab perlu menghadapi realitas. Pencalonan presiden memerlukan partai pengusung bukan hanya mendukung dari dunia maya.

"Ya kita harus rasional, dong. Harus realistis. Kan tidak mungkin partai dunia maya, tidak punya threshold. Tidak punya apa-apa dalam dunia nyata. Mau nyalonin presiden, ya, tidak mungkin," imbuh Susi.

Susi Pudjiastuti mengaku sempat ngobrol bareng ketua umum parpol. Meski demikian, sampai saat ini belum ada tawaran ke Susi untuk bergabung ke partai politik.

"Nggak juga (partai yang datang). Kalau Ketum partai ngobrol sama saya, ya, biasa, kan mereka juga kawan," papar Susi.

Susi menduga belum ada tawaran parpol kepadanya lantaran karakter Susi yang tidak cocok dengan dunia politik.

"Tapi tidak ada yang tawar-tawar apa. Saya pikir mungkin karakter saya juga terlalu gimana kan. Ya kalau ketemu hari-hari ya kan makan bareng. Ke tempat hajatan ketemu, ya banyak," kata dia. [Irm]


Komentar Pembaca
Remaja Citayam Hafal Ar Rahman

Remaja Citayam Hafal Ar Rahman

Jumat, 05 Agustus 2022 | 10:50

Alasan Laudya Cynthia Bella Pensiun

Alasan Laudya Cynthia Bella Pensiun

Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:30