Bagaimana Hukum Islam Terhadap Makanan Fermentasi

Kajian  SABTU, 02 JULI 2022 | 12:15 WIB

Bagaimana Hukum Islam Terhadap Makanan Fermentasi

Net

Bagaimana Islam memandang makanan dan minuman yang difermentasi yang bisa menghasilkan alkohol? 

Fermentasi adalah proses pengawetan makanan secara alami. Proses ini terjadi ketika mikroorganisme seperti ragi dan bakteri mengubah karbohidrat seperti pati dan gula menjadi alkohol atau asam.

Karena menghasilkan alkohol, lalu apakah makanan dan minuman fermentasi dalam Islam? Hal ini pernah dijelaskan oleh Ustaz Syam dalam acara Islam Itu Indah Trans TV.

Dijelaskan bahwa makanan dan minuman fermentasi memang menghasilkan alkohol. Namun, tidak semua yang difermentasi itu bisa memabukkan.

Di dalam Al-Qur'an disebutkan 'khamr' atau sesuatu yang memabukkan dan itu dilarang untuk dikonsumsi. UstazSyam menjelaskan bahwa tidak semua makanan fermentasi menjadikhamr.

"Contoh pada perasan anggur, jika difermentasi bisa jadi wine dan itu haram. Lalu difermentasi lagi bisa jadi cuka dan itu halal," tutur Ustaz Syam.

Di Indonesia sendiri ada ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebutkan bahwa jika kadar alkohol mencapai 1% atau lebih baru disebutkan khamr.

Lebih lanjut, Ustaz Syam juga menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengonsumsi minuman fermentasi. Minuman tersebut berupa rendaman kismis, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis.

"Rasulullah SAW pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana. Kemudian, beliau meminum pada hari itu, hari besok dan hari besoknya lagi," (HR Muslim).

Kemudian, pada sore hari ketiga, beliau memberi air tersebut kepada orang lain. Bahkan disebutkan bahwa rendaman kismis tersebut merupakan minuman kesukaan Nabi Muhammad SAW.

Ustaz Syam menegaskan bahwa fermentasi boleh dikonsumsi, selama bahan awalnya sesuatu yang halal. Ustaz Syam juga mengatakan untuk berpedoman pada MUI mengenai batasan kadar alkohol pada makanan dan minuman.

Dikutip dari berbagai sumber, MUI sendiri menetapkan bahwa kadar alkohol pada makanan diambil 0.5% sebagai bentuk kehati-hatian dalam batas aman kandungan alkohol pada makanan dan minuman.  [Irm]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08

 10 Muharram: Ini 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

10 Muharram: Ini 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

Inspirasi IslamSabtu, 06 Agustus 2022 | 20:30

Kamu Berminat? Transjakarta Rekrut 1.801 Petugas Layanan Operasional
Hari Ini, Sambo Dipecat dari Kadiv Propam

Hari Ini, Sambo Dipecat dari Kadiv Propam

POLKAMKamis, 04 Agustus 2022 | 20:46

Mendadak, Banyak Perwira Polri Kehilangan Jabatan

Mendadak, Banyak Perwira Polri Kehilangan Jabatan

POLKAMKamis, 04 Agustus 2022 | 21:30

Sempat Dikabarkan Ada Penembakan di Rumah Kabareskrim

Sempat Dikabarkan Ada Penembakan di Rumah Kabareskrim

POLKAMMinggu, 07 Agustus 2022 | 11:55

Orangtua Diminta Lakukan Imunisasi Kejar di Program BIAN

Orangtua Diminta Lakukan Imunisasi Kejar di Program BIAN

KesehatanSelasa, 09 Agustus 2022 | 14:45

Leganya Nathalie Holscher Berpisah dengan Sule

Leganya Nathalie Holscher Berpisah dengan Sule

IslamtainmentSelasa, 09 Agustus 2022 | 14:30

Tobat Nabi Adam dan Hawa Diterima Allah pada 10 Muharram
Pengacara Bharada E Minta Perlindungan Jokowi, Dalam Ancaman
Hari Ini 2.816 Jamaah Haji Pulang, Lihat Jadwalnya

Hari Ini 2.816 Jamaah Haji Pulang, Lihat Jadwalnya

Kabar Tanah SuciSelasa, 09 Agustus 2022 | 13:55