HNW Apresiasi Perubahan Nama Jalan di Jakarta, Bisa sebagai Penguat Memori

POLKAM  JUMAT, 01 JULI 2022 | 23:15 WIB

HNW Apresiasi Perubahan Nama Jalan di Jakarta, Bisa sebagai Penguat Memori

foto/net

Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, mendukung langkah Pemprov DKI yang melakukan perubahan nama jalan dengan nama tokoh-tokoh Betawi di sejumlah ruas jalan di Jakarta melalui Keputusan Gubernur Nomor 565 Tahun 2022.

Pria yang akrab disapa HNW ini, menjelaskan bahwa praktik tersebut sangat lumrah dilakukan di kota-kota di Indonesia. Apalagi dengan pemilihan nama tokoh-tokoh Betawi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta tentang peran mereka dalam meraih kemerdekaan dan atau membawa kemajuan bagi Jakarta.

"Sejak awal tokoh-tokoh Betawi merupakan bagian dari perjalanan sejarah kota Jakarta, dalam kerangka Indonesia. Sehingga perubahan nama sebagian jalan di Jakarta dengan nama tokoh-tokoh Betawi merupakan salah satu upaya yang positif untuk kembali menguatkan memori masyarakat Jakarta tentang tokoh-tokoh tersebut, dan peran serta ketokohan mereka dalam memajukan Jakarta, Ibukota Indonesia," kata Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/06).

Dirinya mencontohkan, Wali Kota Semarang juga baru saja (29/6) meresmikan perubahan salah satu nama jalan di Semarang. Sebelumnya perubahan nama sejumlah jalan juga terjadi di Surabaya (28/5/2020), Makassar (24/10/2017), hingga Medan (10/11/2013).

Semua perubahan tersebut mengangkat nama tokoh yang dianggap berjasa bagi kota tersebut, misalnya di Semarang nama jalan baru menggunakan nama Jalan Ki Nartosabdo, dan di Medan Jalan Tjong Yong Hian.

"Artinya ini bukan merupakan khas Jakarta di era Gubernur Anies Baswedan saja, karenanya sangat tidak masuk akal kalau dituduh bahwa hal seperti ini merupakan bentuk Politik Identitas. Karena terbukti perubahan nama jalan merupakan praktik yang lumrah, termasuk di Jakarta di mana tokoh Betawi banyak berjasa dalam pembangunannya. Maka kalaupun banyak di antara nama jalan baru di Jakarta berasal dari tokoh agama yang merupakan Kyai, Haji, Hajah, dan Mualim, itu justru menjadi inspirasi peningkatan nilai-nilai keagamaan yang menguatkan kebangsaan, sebagaimana amanat Pancasila," tambahnya.

Hidayat Nur Wahid yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini, meminta kepada jajaran Pemprov DKI agar perubahan nama jalan tersebut benar-benar tidak membebani warga Jakarta secara administratif maupun materiil.

Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi strategi jemput bola dan pelibatan institusi penerbit dokumen seperti Dukcapil, Polri, BPJS, BPN, dll untuk menyiapkan beragam antisipasi bagi warga yang terdampak perubahan nama jalan tersebut.

"Ini merupakan contoh pembuatan kebijakan yang baik di mana sebuah kebijakan telah dirapatkan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan para pihak terkait sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. Namun tentu jika ke depan tetap ditemukan masalah maka jajaran Pemprov DKI harus bisa bergerak cepat menyelesaikannya," lanjutnya.

HNW yang sebelumnya mengapresiasi Pemprov DKI, yang mendengarkan penolakan masyarakat luas atas rencana pemberian nama jalan dengan nama Kemal Pasya Ataturk, tokoh yang spiritnya tak sesuai dengan spirit Kota dan sejarah Jakarta, juga berharap agar dukungan terhadap unsur Betawi, tidak hanya berhenti pada pemberian nama jalan, melainkan harus terus dilanjutkan hingga pengembangan kebudayaan betawi.

Dirinya bersama Fraksi PKS di DKI Jakarta misalnya, telah berulang kali menyelenggarakan kegiatan pelestarian budaya betawi, seperti lomba pantun betawi, lomba hadrah dan qasidahan, lomba baca rawi dan kitab kuning, hingga pengembangan pencak silat melalui bantuan legalitas sanggar.

"Semoga perubahan nama jalan ini bisa menjadi momentum untuk semakin mengenalkan tokoh dan mengembangkan budaya betawi yang sarat akan nilai keagamaan dan kebangsaan kepada masyarakat luas, serta menguatkan identitas Jakarta untuk menjadi kota Global, bahkan bila kelak tidak lagi menjadi Ibukota Indonesia," pungkasnya. [mt]

 


Komentar Pembaca