Foto Telanjang Dada Diejek Pemimpin G7

Putin Balas Ejekan dengan Cerdas dan Menohok

Internasional  JUMAT, 01 JULI 2022 | 09:55 WIB

Putin Balas Ejekan dengan Cerdas dan Menohok

Para pemimpin Tujuh Negara Maju (G7) mengejek Presiden Rusia karena foto-foto Vladimir Putin bertelanjang dada banyak tersebar. Menyikapi itu, Putin santai namun jawabannya begitu pedas. Ia menyebut "jijik" kalau melihat PM Inggris Boris Johnson telanjang dada.

Dilansir dari BBC, Jumat (1/7/2022), ejekan terhadap Putin terjadi ketika para pemimpin negara anggota G7 berkumpul di Jerman, awal pekan ini. Mereka berkelakar soal foto-foto Putin yang bertelanjang dada saat menunggang kuda, membawa senapan berburu, hingga memancing.

Saat itu PM Inggris Boris Johnson  berkata kepada rekan-rekan sesama pemimpin negara anggota G7,  mereka harus melepas baju untuk ,"menunjukkan bahwa kita lebih tangguh dari Putin".

Boris Johnson juga meminta para pemimpin itu "memperlihatkan otot dada". Menyambut pernyataan Boris, PM Kanada Justin Trudeau mengusulkan agar mereka, "telanjang dada sembari menunggang kuda".

Putin pun ditanya para wartawan tanggapannya soal komentar-komentar para pemimpin negara-negara G7 tersebut.

Putin menjawab,"Saya tidak tahu apakah mereka mau telanjang dari pinggang ke atas atau dari pinggang ke bawah. Tapi apapun itu, saya pikir hal tersebut bakal menjijikkan."

Lalu merujuk perkataan sastrawan Rusia Alexander Pushkin, Putin berujar, "Anda bisa menjadi orang pintar dan berpikir soal kecantikan kuku-kuku Anda."

"Saya jelas sepakat dengan ini, bahwa segala sesuatu dalam diri seseorang harus berkembang selaras, baik jiwa dan raga.

"Namun agar semuanya bisa selaras, Anda harus berhenti minum-minum alkohol dan kebiasaan buruk lainnya, lalu berlatih, berolahragalah."

"Kolega-kolega yang Anda sebutkan, saya mengenal mereka secara pribadi—kami tidak berada pada masa yang baik dalam hubungan kami, ini bisa dipahami.

"Bagaimanapun, mereka semua pemimpin, yang artinya mereka punya karakter. Dan jika mereka mau, mereka jelas akan mencapai kemajuan yang diinginkan.

"Tapi Anda juga harus mengurus diri sendiri. Dan kenyataan bahwa mereka membicarakannya, itu sudah baik, saya akan menyanjung mereka untuk hal ini," tambahnya.

Jawaban Putin yang sarat makna dan pesan moral itu pun disampaikan kepada Boris Johnson saat konferensi pers NATO pada Kamis (30/6/2022). Saat itu, Boris Johnson tidak merespons secara langsung. Dia hanya merujuk bagaimana negara-negara Barat punya sikap bersama tentang invasi Ukraina.


Maskulinitas Beracun

PRESIDEN Vladimir Putin sempat ditanyai soal pernyataan PM Inggris Boris Johnson pekan ini. Namun lagi-lagi Putin tidak terpancing emosi, dia menjawab dengan tenang namun menohok dan cerdas.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ZDF, PM Inggris Boris Johnson mengatakan invasi "gila, macho" ke Ukraina adalah "contoh yang sempurna soal maskulinitas beracun". Dia juga menyeru agar "semakin banyak perempuan menduduki posisi kekuasaan".

Menanggapi komentar itu, Putin merujuk pada konflik 1982 antara Inggris dan Argentina yang memperebutkan Kepulauan Falkland atau Malvinas.

"Saya hanya ingin mengingat kejadian dalam sejarah, ketika [PM Inggris] Margaret Thatcher memutuskan untuk memulai permusuhan militer terhadap Argentina terkait Kepulauan Falkland.

"Jadi seorang perempuan memutuskan memulai permusuhan. Di mana Kepulauan Falkland dan di mana Inggris? Dan kejadian ini didikte oleh ambisi kekaisaran, tiada lain. Mengonfirmasi status kekaisaran mereka.

"Karena itu, saya pikir kejadian itu bukan kiasan yang sangat tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi sekarang, jelas bukan dari perdana Menteri Inggris saat ini."

Konflik terkait Kepulauan Falkland dimulai pada April 1982 dan berlangsung selama 10 pekan. Konflik dimulai ketika pasukan Argentina menginvasi Kepulauan Falkland, koloni Inggris di perairan Atlantik selatan.

Argentina mengklaim mendapat warisan kepulauan itu dari Spanyol pada 1800-an sehingga ingin mengambil alihnya.

Inggris, yang menguasai kepulauan tersebut selama 150 tahun, mengirim angkatan bersenjata melalui jalur laut untuk mempertahankannya. Pasukan Argentina menyerah pada 14 Juni 1982.[ros]


Komentar Pembaca