Putin: Pasukan Rusia Tidak Serang Pusat Perbelanjaan

Internasional  JUMAT, 01 JULI 2022 | 07:30 WIB

Putin: Pasukan Rusia Tidak Serang Pusat Perbelanjaan

Presiden Vladimir Putin membantah keras tuduhan bahwa pasukan Rusia bertanggung jawab atas serangan terhadap pusat perbelanjaan yang ramai di Kota Kremenchuk, Ukraina, pada awal pekan ini. Bahkan Rusia mengaku mundur dari Pulau Ular sebagai "isyarat niat baik".

Dalam konferensi pers di Asghabat, Turkmenistan, pada hari Rabu, Putin membantah bahwa pasukan Rusia yang melakukan serangan di supermarket yang menewaskan 18 orang. Pihak Ukraina dan sekutu Barat menudung pasukan Rusia sengaja melakukan serangan itu.

"Tentara kami tidak menyerang situs infrastruktur sipil mana pun. Kami memiliki semua kemampuan untuk mengetahui di lokasi itu terdapat apa," tegas Putin dilansir dari VOA, Jumat (1/7/2022).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) dan Presiden Joko Widodo berjabat tangan dalam pertemuan di Kyiv, Ukraina Rabu 29 Juni 2022.

"Tidak ada di antara kami yang melakukan penembakan begitu saja secara acak. Biasanya dilakukan berdasarkan data intelijen tentang target" dan dengan "senjata berpresisi tinggi". "Saya yakin bahwa kali ini, semuanya dilakukan dengan cara yang tepat seperti itu," kata Putin.

Ukraina menuduh Rusia menyerang sebuah mal di Kremenchuk, yang berlokasi sekitar 330 kilometer di tenggara Kyiv, pada Senin (27/6). Rusia membantah tuduhan itu dan sebelumnya mengklaim bahwa rudal salvo miliknya ditujukan ke depot senjata dan mal tidak beroperasi ketika serangan diluncurkan.

Kementerian Pertahanan Rusia, Kamis (30/6) mengumumkan penarikan pasukannya dari Pulau Ular, Ukraina.

Rusia telah menggunakan pulau di Laut Hitam dekat kota pelabuhan Odesa itu sebagai tempat pendaratan setelah merebutnya pada tahap awal perang yang dillancarkan pada akhir Februari.

Pengumuman hari Kamis itu disampaikan setelah serangan oleh pasukan Ukraina terhadap posisi Rusia di pulau itu.

Rusia mengatakan langkah yang dilakukannya itu merupakan “isyarat niat baik” dan menunjukkan bahwa Rusia tidak menghalangi upaya PBB membangun koridor untuk mengekspor produk biji-bijian Ukraina.

Andriy Yermak, kepala kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy, membenarkan penarikan pasukan Rusia dari pulau itu. “Tidak ada lagi pasukan Rusia di Pulau Ular. Angkatan Bersenjata kami melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Yermak dalam sebuah cuitan di Twitter.

Juga hari Kamis, Inggris mengumumkan bantuan $ 1 miliar untuk Ukraina. Kantor Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan uang itu akan digunakan untuk sistem pertahanan udara, kendaraan udara tanpa awak (drone), dan berbagai peralatan vital untuk pasukan Ukraina.

“Ini merupakan langkah pertama yang memungkinkan Ukraina untuk meningkatkan pertahanan mereka yang berani melawan invasi ilegal Rusia, menjadi meningkatkan operasi ofensif terhadap pasukan darat Rusia untuk memulihkan kedaulatan Ukraina,” kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia berterima kasih atas bantuan keamanan itu, dan menyebut Inggris sebagai “teman sejati dan mitra strategis.”

“Kami menghargai dukungan kepemimpinan yang konsisten untuk Ukraina dalam upaya melawan agresi Rusia,” cuit Zelenskyy di Twitter. [ros]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08