Pembagian Daging Kurban, Tamlik Boleh Dijual

Kajian  KAMIS, 30 JUNI 2022 | 21:00 WIB

Pembagian Daging Kurban, Tamlik Boleh Dijual

Prof Dr KH Abusatany Ilyas

Tanggal 10-13 Juli 2022 umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan ibadah kurban. Bagaimanakah pembagian daging hewan kurban yang benar?

Atas pertanyaan ini, Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr KH Abustany Ilyas MA memberikan penjelasan yang dilansir dari laman mui.or.id, Kamis (30/6/2022):

Menurut pendapat sebagian besar ulama yang berdasarkan hadist, pembagian daging hewan kurban terbagi tiga:

Sepertiga (1/3) untuk orang yang berkurban,

Sepertiga (1/3) untuk sedekah,

Sepertiga (1/3) untuk dihadiahkan.

Ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa kurban yang diterima orang miskin berstatus tamlik atau hak kepemilikan secara penuh.

Tamlik dimaksudkan bisa dikonsumsi sendiri, dijual, disedekahkan, dan sebagainya. Cuma orang miskin lebih kepada penekanannya untuk dimakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi.

Kalau orang miskin yang mendapatkan kurban yang banyak, kemungkinan mubazir (busuk) bila tidak dikonsumsinya, barulah dimungkinkan untuk dijual. Itu diperbolehkan untuk dijual.

Sementara itu, kurban yang diterima orang kaya tak menjadi hak milik secara utuh. Ia hanya diperbolehkan menerima kurban untuk alokasi yang bersifat konsumtif sehingga tidak boleh djual.

Orang yang berkurban berhak memperoleh hasil kurban.

Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulallah SAW bersabda, “Jika di antara kalian berkurban, maka makanlah sebagian kurbannya.” (HR Ahmad).

Dari hadits ini, dapat disimpulkan bahwa orang yang berkurban dianjurkan untuk memakan sebagian daging kurban, sementara bagian lainnya ditujukan untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

Daging kurban wajib ialah kurban yang dinazarkan, ialah kurban yang daging, kulit, tulang dan tanduknya wajib disedekahkan. Orang yang berkurban nazar haram hukumnya memakan daging kurban nazar tersebut. [ros]


Komentar Pembaca