Ketika Mendapat Pujian, Baca Doa Ini

Kajian  KAMIS, 30 JUNI 2022 | 08:00 WIB

Ketika Mendapat Pujian, Baca Doa Ini

Net

Pujian merupakan sebuah kebaikan sekaligus ujian bagi seseorang agar tetap rendah hati dan menghindari sikap takabur.

Selain itu, pujian juga dapat menimbulkan sifat sombong atau ria. Untuk menghindari sikap takabur setelah dipuji, kamu dapat membaca doa ketika mendapatkan pujian dan mengetahui adab pujian dalam Islam. Berikut doa lengkapnya.

Doa ketika dipuji dalam Islam

Doa ketika dipuji ini dibacakan saat kamu mendapatkan pujian dari orang lain. Doa ini menjadi sebuah permohonan kepada Allah SWT agar terhindar dari siksaan dan godaan karena pujian tersebut dapat menimbulkan rasa takabur atau sombong.

Selain itu, doa ini juga dapat menjadi permohonan agar dirimu lebih baik dari pujian yang diucapkan orang lain. Berikut doanya:

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ [وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ

Allahumma laa tu akhidzni bima yaquuluuna, waghfirlii maa laa ya'lamuuna Waj 'al nii khairommimmaa yazhunnuun

Artinya:

"Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan."

Adab ketika dipuji dalam Islam

Saat dipuji oleh orang lain, kita harus menghindari sifat takabur, sombong, dan ujub. Sifat ujub ini merupakan rasa takjub pada diri sendiri yang dapat merusak kebaikan. Hal ini dikatakan oleh Said bin Jubair sebagai berikut:

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada pula yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. Yang beramal kebaikan tersebut, ia malah merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan ia masuk neraka. Ada pula yang beramal kejelekan, namun ia senantiasa takut dan ia iringi dengan taubat, itulah yang membuatnya masuk surga.” (Majmu’ Al Fatawa, 10: 294).

Syekh Ahmad Zarruq dalam As-Syirkatul Qaumiyyah mengatakan bahwa pujian mengantarkan seseorang kepada kesempurnaan, kekurangan, atau sesuatu selain keduanya. Pujian ini tidak bersifat tercela atau terpuji. 

Bijaklah dalam menanggapi sebuah pujian agar tidak menjadi ria, sombong, atau takabur. Imam Nawawi rahimahullah menuturkan,

“Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa” (Syarh Shahih Muslim, 18: 115). [Irm]


Komentar Pembaca