Kongres Pemuda Indonesia Kecam Tindakan BuzzerRp Terhadap Roy Suryo

BERITA  SELASA, 28 JUNI 2022 | 16:42 WIB

Kongres Pemuda Indonesia Kecam Tindakan BuzzerRp Terhadap Roy Suryo

Foto ilustrasi/net

  Kongres Pemuda Indonesia (KPI) menyesalkan tindakan para BuzzerRp yang menghakimi Roy Suryo secara membabi buta sehingga sangat memprovokasi masyarakat ke arah yang tidak baik.

Menyikapi maraknya opini-opini liar kepada Roy Suryo, dengan mengatasnamakan mereka adalah "ahli-ahli" tanpa kualifikasi dan kajian yang mendalam membuat Roy Suryo sangat dirugikan karena analisis maupun kesimpulan yang disampaikan praktis tanpa mendalami suatu peristiwa dan kajian ilmiah dan sesuai hukum yang berlaku.

"Kongres Pemuda Indonesia menilai, Roy Suryo adalah korban akibat penyebaran dan peredaran Kritikan Tarif Wisata Candi yang bertepatan ada meme stupa Borobudur yang itupun jelas-jelas dibuat oleh orang lain sebelum-sebelumnya dan sudah viral dan bahkan dimuat dimedia massa sebelum diposting ulang Roy Suryo melakui akun Twitter pribadinya," kata Presiden KPI Pitra Romadoni melalui keterangan tertulisnya,  Senin malam (27/6/2022).

Terkait Permasalahan tersebut, lanjut Pitra, Roy Suryo tidak memiliki niatan yang tidak baik terkait komentar tarif wisata candi Borobudur, melainkan hanya membantu menyampaikan aspirasi masyarakat terkait rencana kebijakan kenaikan tarif wisata Candi yang sekalilagi meme-meme stupa tersebut juga telah tersebar dan sudah menjadi pemberitaan media massa beberapa hari sebelumnya.

"KPI menduga ada motif politik yang ingin menghancurkan nama baik Roy Suryo karena kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai dapat menyengsarakan masyarakat," ungkap Pitra.

Padahal, terang Pitra, sebagai Negara Demokrasi sebagaimana amanat  Pasal 28E UUD 1945 ayat (3) yang menyatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan Pendapat".

"Semestinya Roy Suryo diberikan Perlindungan hukum dan kritikan yang dilakukan oleh Roy Suryo terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah adalah suatu keseimbangan dan anugrah yang harus disyukuri dalam perbedaan pandangan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," kata Pitra.

Bahwa terhadap hal tersebut, jikalau ada pihak yang merasa keberatan terkait meme stupa, semestinya yang harus di usut adalah pembuat meme stupa tersebut bukan orang yang mengkritik terkait menyebarnya meme stupa tersebut.

"Sehingga kami menilai ada upaya politis yang menggiring opini seolah-olah Roy Suryo adalah pelaku yang membuat meme stupa tersebut padahal faktanya Roy Suryo hanya mengomentari kebijakan tarif wisata dan tidak terkait langsung dengan tersebarnya meme stupa tersebut yang dimention kepadanya," ujar Pitra.

Dikarenakan permasalahan tersebut telah digiring oleh pihak-pihak tertentu yang katanya masih merasa dirugikan dengan membawa ke proses hukum, walaupun Roy Suryo secara gentle sudah meminta maaf dan menghapus komen twit tersebut sekaligus mengklarifikasi twitnya serta juga telah membuat laporan polisi terhadap sumber sumber yang membuat meme stupa tersebut kepada pihak kepolisian maka Kongres Pemuda Indonesia menyampaikan sikap untuk mendukung penuh upaya kepolisian dalam hal tersebut.

"Dan terhadap hal tersebut, sepenuhnya kami menyerahkan kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mendalami kasus tersebut serta DPN KPI mendukung penuh Polri dalam melakukan penyelidikan terkait laporan terhadap klien kami, dikarenakan sudah masuk ke proses hukum kami pastikan sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, Roy Suryo akan senantiasa kooperatif serta menghargai dan menghormati hukum yang ada untuk mendukung Langkah PRESISI dari Kepolisian Republik Indonesia," pungkas Pitra.[fah]


Komentar Pembaca